Pelaku Pembunuhan Sadis dan Rudapaksa Bocah SD di Makassar Ditangkap

Pelaku sempat berupaya mengelabui polisi saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 28 Mei 2026, 00:43 WIB
Pelaku Pembunuhan Sadis dan Rudapaksa Bocah SD di Makassar Ditangkap

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap pria berinisial I (19) yang diduga melakukan rudapaksa disertai pembunuhan terhadap JN (12), bocah perempuan yang ditemukan tewas tanpa busana di toilet rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, pelaku sempat berupaya mengelabui polisi saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil penyelidikan awal, saat olah TKP berlangsung sempat terjadi keributan di lokasi. Ternyata pelaku berupaya mengalihkan perhatian,” ujar Arya, Rabu (28/5/2026).

Menurut dia, keributan sengaja dibuat agar petugas meninggalkan lokasi kejadian. Namun, polisi justru curiga terhadap seorang pria berbaju merah yang berada di sekitar TKP.

“Setelah diamankan dan diperiksa, ternyata dia pelakunya,” katanya.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi menyebut pelaku sudah lama memperhatikan korban. “Pelaku mengaku sering menggunakan narkotika dan menonton film porno di ponselnya. Itu yang memicu pelaku melihat korban,” ujar Arya.

Modus Pelaku

Polisi mengungkap, pelaku awalnya meminta korban membelikan air mineral dan makanan. Setelah korban kembali, pelaku menyeretnya ke rumah kosong.

“Korban dibekap mulutnya lalu kepalanya dibenturkan ke lantai karena sempat melawan,” tutur Arya.

Setelah korban pingsan, pelaku diduga melakukan aksi bejatnya. Polisi masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga di toilet rumah kosong dalam kondisi tanpa busana. Kepala korban disebut tertutup televisi tabung.

Penemuan mayat bermula saat seorang warga hendak buang air kecil di lokasi tersebut dan melihat bagian kaki korban.

Setelah menerima laporan, polisi langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya