Kebakaran Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus di Mimika Papua Tengah

Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terbakar.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 28 Mei 2026, 00:15 WIB
Peristiwa kebakaran Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Rabu malam 27 Mei 2026. (Antara)

Liputan6.com, Mimika - Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terbakar pada Rabu malam 27 Mei 2026.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Fits Gerald M Nalohy, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi di lokasi kejadian menyebutkan asap tebal disusul dengan nyala api pertama kali muncul dari dalam gereja membakar atap dan dinding gereja.

Dia mengatakan, angin bertiup cukup kencang dari arah timur membuat api merambat dengan cepat melahap seluruh gedung gereja yang konstruksi bangunannya terbuat dari kayu.

"Saksi langsung berteriak memanggil warga sekitar untuk segera datang membantu memadamkan api, namun karena api sudah membesar dan langsung membakar seluruh gedung gereja, karena bangunan sebagian besar terbuat dari bahan kayu, papan dan anyaman bambu yang mudah terbakar," ujar Fits, melansir Antara, Rabu 27 Mei 2026.

Dia menjelaskan, saat peristiwa kebakaran kondisi air laut Kampung Pomako sedang surut, sehingga warga kesulitan mendapatkan akses air untuk melakukan upaya pemadaman.

"Keterangan yang dihimpun dari pengurus gereja menyebutkan bahwa kuat dugaan api berasal dari lilin yang dinyalakan di depan altar untuk berdoa, namun lupa dipadamkan," terang Fits.

 

Tak Ada Korban Jiwa dan Luka-Luka

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)

Menurut Fits, empat unit mobil kebakaran tiba di tempat kejadian dan langsung bergerak melakukan pemadaman.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi bangunan gereja, meja altar, kursi ibadah, buku-buku lagu, perlengkapan liturgi," terang dia.

Warga berharap dapat bantuan untuk pembangunan kembali gedung gereja sebagai tempat ibadah umat di Kampung Pomako.

"Berdasarkan hasil pengumpulan informasi, pemeriksaan lokasi dan keterangan dari warga serta pengurus gereja, disimpulkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah lilin yang tidak dipadamkan dengan baik dan diletakkan di tempat yang tidak aman," jelas Fits.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya