120 Guru Se-Asia Eropa Hadiri Classroom Conference di Bali

Acara diselenggarakan oleh Asia-Europe Foundation (ASEF) bekerja sama dengan Khatulistiwa Pendidikan Indonesia.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Oktober 2013, 17:06 WIB
Citizen6: Sejumlah 120 guru dari berbagai negara se-Asia Eropa hadir ke Bali untuk mengikuti 11th Asia Europe Foundation Classroom Network Conference. Konferensi ini diadakan mulai 28 Oktober - 1 November 2013.

Turut hadir guru dari Bangladesh, Brunei, Bulgaria, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Yunani, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Lithuania, Malaysia, Mongolia, Belanda, New Zealand, Pakistan, Filipina, Polandia, Portugal, Rusia, Singapura, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, United Kingdom, Viet Nam, Hungaria, India, Italia, Singapura, Jerman.

Acara diselenggarakan oleh Asia-Europe Foundation (ASEF) bekerja sama dengan Khatulistiwa Pendidikan Indonesia. ASEF sendiri adalah sebuah organisasi internasional, berdiri tahun 1997. ASEF mendorong terjadinya pemahaman, memperkuat hubungan, dan memfasilitasi kerja sama antar orang, institusi, dan organisasi antar negara Asia-Eropa. Caranya adalah dengan mendorong siswa, guru, sekolah, dan berbagai institusi pendidikan untuk berkolaborasi satu sama lain dengan mengerjakan proyek pendidikan bersama.

Setiap satu atau dua tahun sekali, konferensi Asia-Europe Foundation Classroom Network Conference diserlenggarakan. Guru-guru dari berbagai negara Asia-Eropa berbagi tentang berbagai proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas, termasuk mempresentasikan proses pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Proyek-proyek ini dikerjakan bersama-sama oleh siswa dari berbagai negara dengan bantuan teknologi. Temanya bermacam-macam. Ada proyek mengenai isu lingkungan, tentang berbagai bangunan di negara masing-masing, budaya, termasuk budaya makan. Dengan cara yang menyenangkan siswa belajar menggunakan ICT, belajar tentang budaya, bahasa, serta belajar berinteraksi dengan siswa antar negara.

Menurut Soemadi Brotodiningrat, perwakilan ASEF untuk Indonesia, "Konferensi ini memungkinkan guru untuk bertukan proyek pembelajaran online, serta membangun pemahaman antar budaya khususnya antar siswa-siswi Asia Eropa."

Nina Feyruzi Soeparno, Direktur Khatulistiwa Pendidikan Indonesia menyatakan, "Melalui kegiatan ini guru-guru bisa melakukan proses berbagi dan networking sehingga kelak bisa memperkaya proses pembelajaran di dalam kelas."

Konferensi kali ini temanya adalah "Creative Classrooms Go 4G: Teach Green, Learn Green, Act Green, Live Green". Sehubungan dengan itu, guru maupun praktisi pendidikan lainnya mempresentasikan berbagai bentuk pembelajaran yang sesuai tema tersebut. Diantaranya mengenai Pendidikan untuk Konsumsi yang Berkelanjutan (Oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan, Indonesia), Pembelajaran berbasis Inquiry di mana siswa, bukan guru, yang merancang pembelajaran sendiri misalnya dengan membuat video pendek untuk kampanye mengenai lingkungan.

Peserta juga mengikuti workshop misalnya tentang membuat seni dari kompos, membuat peta hijau, manajemen sampah berbasis sekolah, dan penggunaan teknologi untuk pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Siswa dari berbagai negara juga menyiapkan eksibisi sederhana yang menggambarkan kegiatan pendidikan untuk membangun kesadaran mengenai lingkungan di sekolah masing-masing.

Bukan hanya mengikuti seminar dan workshop, peserta juga melakukan kampanye di Pasar Badung Bali. Mereka menukar kantong plastik yang digunakan oleh para pembeli dengan sebuah tas kain yang bernama "Tas Pasar" yang diciptakan oleh lembaga bernama Sole Men. Tas tersebut bertuliskan slogan Bawa Tas Sendiri (Tolak Kresek) sambil mengkampanyekan bahaya kantong plastik. Di Bali, 8 juta plastik baru diproduksi dan digunakan di Bali. Sampah plastik berserakan di mana-mana termasuk di pantai-pantai di Bali.

Selama kampanye, plastik-plastik yang telah terkumpulkan disatukan dengan diikat-ikat sehingga menjadi panjang untuk menunjukkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan plastik banyak sekali.

Kegiatan konferensi akan terus berlangsung sampai 1 November 2013. Akan ada berbagai kegiatan, termasuk kunjungan ke berbagai daerah wisata di Bali, misalnya tempat lokakarya pembelajaran seni di Ubud. Juga akan ada pertunjukan di mana masing-masing perwakilan negara menunjukkan karya seni masing-masing seperti musik, lagu, dan tari-tarian. (Dhitta Puti Sarasvati/kw)

Dhitta Puti Sarasvati adalah pengurus Ikatan Guru Indonesia dan pewarta warga untuk Citizen6

Mulai 16 Oktober-1 November ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "6 Alasan Aku Cinta Indonesia". Ada merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya