Liputan6.com, Jakarta - Spekulasi masa depan Nico Paz mulai menjadi sorotan menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2026. Playmaker muda asal Argentina itu kini disebut lebih tertarik bertahan di Como dibanding kembali ke Real Madrid.
Situasi ini cukup mengejutkan karena Real Madrid sejatinya memiliki klausul pembelian kembali dengan nilai yang sangat murah. Los Blancos hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 9 juta euro untuk membawa pulang sang pemain pada musim panas ini.
Advertisement
Nico Paz tampil impresif bersama Como sepanjang musim 2025/2026. Penampilan apiknya bahkan membuat klub asal Italia itu berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Di tengah ketertarikan Real Madrid dan Jose Mourinho, Nico Paz justru dikabarkan nyaman melanjutkan kariernya di Serie A. Como pun kini berusaha keras mempertahankan salah satu aset terbaik mereka tersebut.
Nico Paz Jadi Simbol Proyek Ambisius Como
Nico Paz bergabung dengan Como pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar 6 juta euro. Meski dilepas, Real Madrid tetap memasukkan sejumlah klausul penting dalam kesepakatan transfer tersebut.
Selain memiliki klausul penjualan kembali sebesar 50 persen, Real Madrid juga menyisipkan opsi pembelian kembali dengan harga murah. Klausul itu berlaku sebesar 8 juta euro pada musim panas lalu, 9 juta euro musim ini, dan 10 juta euro pada musim panas 2027.
Selama beberapa bulan terakhir, media-media Spanyol dan Italia meyakini Real Madrid akan mengaktifkan klausul tersebut. Apalagi, Nico Paz dinilai berkembang sangat pesat selama bermain di Serie A.
Namun, situasi mulai berubah dalam beberapa pekan terakhir. Nico Paz disebut merasa nyaman dengan proyek jangka panjang Como di bawah arahan Cesc Fabregas.
Keberhasilan Como lolos ke Liga Champions juga diyakini menjadi faktor besar. Nico Paz punya kesempatan bermain reguler di level tertinggi Eropa tanpa harus menghadapi persaingan ketat seperti di Real Madrid.
Menurut laporan Gianluca Di Marzio, Nico Paz bahkan disebut sudah menyampaikan keinginannya untuk bertahan semusim lagi di Italia. Situasi itu membuat Como mulai percaya diri menjaga sang playmaker tetap berada di Giuseppe Sinigaglia.