BEI Rombak Papan Pencatatan, 26 Saham Naik Kelas

BEI merombak klasifikasi emiten yang berlaku mulai 29 Mei 2026. Sebanyak 26 saham naik kelas ke Papan Utama, sementara 16 emiten turun kelas.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 Mei 2026, 19:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan evaluasi atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan pencatatan emiten. Berdasarkan hasil penilaian terbaru yang diumumkan BEI, sejumlah perusahaan tercatat akan mengalami perubahan klasifikasi papan perdagangan yang efektif berlaku mulai 29 Mei 2026.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Rabu (27/5/2026) BEI menyebut perpindahan papan dilakukan mengacu pada sejumlah ketentuan bursa terkait pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas, termasuk aturan untuk Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru. Hasil evaluasi terbaru juga menambah satu emiten yang dipindahkan dari Papan Utama ke Papan Pengembangan, yakni PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS).

BEI menetapkan sebanyak 26 perusahaan tercatat berpindah dari Papan Pengembangan ke Papan Utama. Perpindahan ini menunjukkan emiten-emiten tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk berada di papan utama bursa.

Beberapa emiten yang masuk dalam daftar tersebut antara lain PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), serta PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD).

Selain itu terdapat pula PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), dan PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT).

Daftar lainnya mencakup PT FKS Multi Agro Tbk (FISH), PT Galva Technologies Tbk (GLVA), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), PT Merck Tbk (MERK), PT Bank NationalNobu Tbk (NOBU), PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), hingga PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Perpindahan ke Papan Utama umumnya menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki rekam jejak operasional, tata kelola, serta aspek keuangan yang memenuhi standar lebih tinggi sesuai ketentuan BEI.

 

16 Emiten Turun ke Papan Pengembangan

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain, BEI juga mengumumkan sebanyak 16 perusahaan tercatat yang berpindah dari Papan Utama ke Papan Pengembangan. Perubahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terbaru terhadap pemenuhan persyaratan pencatatan.

Emiten yang masuk dalam daftar tersebut antara lain PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), serta PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA).

Selain itu terdapat PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

BEI juga memasukkan PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA), PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), serta PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) ke dalam daftar perpindahan tersebut.

Sementara itu, berdasarkan evaluasi data terkini, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menjadi tambahan terbaru yang turut dipindahkan dari Papan Utama ke Papan Pengembangan.

 

2 Emiten ke Papan Pengembangan

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, BEI juga mengumumkan sebanyak 2 perusahaan tercatat yang mengalami perpindahan Papan dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Diantaranya, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dan PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO).

Seluruh perpindahan papan yang diumumkan BEI tersebut akan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2026, sehingga investor diharapkan mencermati perubahan status emiten dalam mengambil keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya