Presiden Iran Perintahkan Pembukaan Kembali Akses Internet Internasional

Mekanisme mengenai bagaimana dan kapan Iran akan kembali terhubung ke jaringan internet global setelah keputusan tersebut masih belum diketahui.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Mei 2026, 10:42 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Dok. handout by Khamenei.ir/via AFP)

Liputan6.com, Teheran - Media pemerintah Iran pada Senin (25/5/2026), seperti dikutip dari Al Arabiya, melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah memerintahkan pembukaan kembali akses internet internasional setelah pemadaman internet hampir 90 hari menyusul perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel

Laporan tersebut mengutip kepala hubungan masyarakat di kementerian komunikasi Iran.

Menurut observatorium internet NetBlocks pada Senin, sebagian besar warga Iran tidak dapat mengakses internet global selama 87 hari. Hanya sebagian kecil warga yang memiliki akses ke VPN mahal dan canggih yang dapat digunakan untuk melewati pembatasan tersebut. 

Pemerintah Iran awalnya memberlakukan pemadaman internet pada 8 Januari sebagai respons terhadap protes anti-pemerintah yang terjadi secara nasional. Koneksi internet sempat berangsur-angsur kembali normal pada Februari, sebelum pemadaman baru kembali diberlakukan setelah dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Dalam kondisi normal, akses ke internet global di Iran tetap dibatasi secara ketat melalui penyensoran banyak situs web. Sementara itu, pemerintah semakin mengandalkan jaringan intranet untuk menyediakan layanan digital tanpa bergantung pada internet global, terutama untuk sekolah-sekolah yang saat ini menjalankan kurikulum pembelajaran secara daring. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya