Kota Atlantis Diyakini Ditemukan dalam Waktu Dekat

Robert Sarmast mengklaim akan menemukan lokasi Kota Atlantis dalam waktu dekat. Mitos tentang kota modern yang tenggelam 11 ribu tahun silam mungkin akan terkuak dan letaknya diperkirakan berada di Cyprus.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Februari 2004, 01:24 WIB
Liputan6.com, Los Angeles: Seorang ilmuwan Amerika Serikat bernama Robert Sarmast mengklaim akan menemukan lokasi Kota Atlantis, baru-baru ini, di Los Angeles. Ia mendasari teorinya pada petunjuk yang tertulis dalam buku Critias and Timaeus Dialogues karya Plato dan membandingkannya dengan data dari Asosiasi Laut dan Atmosfer Nasional Amerika. Hasilnya, Sarmast yakin bahwa sebuah pulau di perairan Cyprus diyakini tempat Kota Atlantis berada.

Menurut Sarmast, teorinya dimulai dengan menurunkan permukaan Laut Mediterania Timur hingga 1.650 meter. Bila setelah itu direka ulang sebelum terjadinya banjir besar, maka yang muncul adalah sebuah pulau yang sangat cocok dengan deskripsi Plato tentang Atlantis. Sarmast mengaku mendapatkan 50 petunjuk dalam Critias and Timaeus Dialogues. Menurut dia, dialog di buku itu ibarat membaca peta harta karun dan ia mendapat petunjuk tentang keberadaan Atlantis.

Dalam Critias and Timaeus Dialogues, Plato mencatatkan kisah sebuah kota yang terletak di benua yang tenggelam 11 ribu tahun silam. Kota itu dinamainya Atlantis. Kota itu tenggelam akibat letusan gunung berapi dan gempa bumi. Namun hingga sekarang, Atlantis masih merupakan mitos yang konon memiliki peradaban tinggi.

Keyakinan Sarmast boleh jadi serupa dengan menyoal keberadaan Troy, kota yang hilang. Sebelum peneliti Jerman Heinrich Schliemann menemukan Troy pada 1873, kota itu dinyatakan mitos. Sejauh ini, teori tentang Atlantis sudah berulang kali muncul dengan berbagai variasi. Kebanyakan percaya Atlantis hilang akibat banjir besar yang menenggelamkan juga Babylonia, Assyria, Persia, Mesir, dan Amerika Selatan saat zaman es, 10 ribu sebelum masehi. Kini Sarmast hanya harus membuktikan dengan menemukan artefak, potongan batu pondasi, atau sisa-sisa bangunan untuk mendukung teorinya.

Kota Atlantis menggelitik para peneliti untuk menggali lebih jauh keberadaannya. Karena dokumen Mesir Kuno mengungkapkan, penghuni Atlantis yang hidup sekitar 11 ribu tahun silam adalah orang-orang yang sangat cerdas, baik, dan kuat. Karenanya struktur kota tersebut konon sangat modern dan futuristik untuk zaman itu.(YAN/Pin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya