Como Cetak Sejarah ke Liga Champions, Fabregas: Kalian Akan Dikenang Selamanya

Como lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya usai finis empat besar Serie A. Cesc Fabregas beri pidato emosional kepada skuadnya.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 25 Mei 2026, 21:31 WIB
Pelatih Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan bersama para pemainnya setelah pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada 19 Oktober 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Como akhirnya memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Kepastian itu hadir setelah kemenangan 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A.

Hasil tersebut terasa semakin spesial karena Como berhasil menggeser AC Milan dari posisi empat besar. Kekalahan Milan dari Cagliari membuat tim asuhan Cesc Fabregas finis di zona Liga Champions.

Como beberapa musim lalu masih bermain di Serie B. Kini, mereka bukan hanya tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, tetapi langsung melaju ke Liga Champions musim depan.


Pidato Emosional Fabregas untuk Skuad Como

Como 1907 dan Cesc Fabregas setelah memastikant tiket ke Liga Champions 2026/2027. (Dok. X @Como_1907)

Fabregas kembali mengumpulkan para pemain di tengah lapangan setelah pertandingan berakhir. Tradisi itu memang rutin dilakukan sang pelatih sepanjang musim ini.

Dalam pidatonya, Fabregas mengaku sudah memiliki firasat Como akan meraih tiket Liga Champions. Ia merasa keyakinannya terbukti setelah tim mampu memenangkan dua laga terakhir musim ini.

“Saya sudah bilang sebelum laga melawan Parma, jika kita memenangkan dua pertandingan, kita akan masuk Liga Champions. Saya tidak tahu kenapa saya mengatakannya, saya punya firasat,” ujar Fabregas.

Fabregas juga memberikan apresiasi penuh kepada seluruh pemain Como. Menurutnya, keberhasilan besar itu lahir dari kerja keras skuad sepanjang musim.

“Ini semua karena kalian. Kami hanya mencoba membantu dan memberikan solusi, tetapi kalian alasan semua ini terasa begitu indah,” kata Fabregas.

Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu mengaku sangat bangga dengan kelompok pemain yang dimilikinya saat ini. Ia bahkan menilai skuad Como musim ini akan selalu punya tempat spesial dalam karier kepelatihannya.

“Saya berterima kasih seumur hidup saya. Ini mungkin kelompok terbaik yang akan pernah saya latih di masa depan,” lanjutnya.

Fabregas kemudian menutup pidatonya dengan pesan penuh semangat untuk musim depan. Ia yakin pencapaian Como akan dikenang dalam sejarah klub.

“Saya tidak ragu kalian akan dikenang selamanya. Apa yang kita lakukan tahun depan? Liga Champions!” tegas Fabregas.


Musim Bersejarah Como di Serie A

Como 1907 setelah memastikant tiket ke Liga Champions 2026/2027. (Dok. X @Como_1907)

Como mengakhiri musim Serie A dengan catatan impresif. Mereka meraih 20 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya tujuh kekalahan sepanjang musim.

Klub berjuluk I Lariani itu juga tampil tajam di lini depan dengan koleksi 65 gol. Hanya Inter yang mampu mencetak gol lebih banyak di Serie A musim ini dengan total 89 gol.

Tidak hanya sukses di liga, Como juga menorehkan pencapaian terbaik di Coppa Italia. Mereka melaju hingga semifinal sebelum dihentikan Inter yang akhirnya keluar sebagai juara.

Keberhasilan ini menjadi tonggak baru bagi Como setelah bertahun-tahun berjuang keluar dari kasta bawah sepak bola Italia. Kini, klub tersebut bersiap tampil di panggung terbesar Eropa bersama para elite benua biru.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya