Liputan6.com, Vermont: Mantan Gubernur Vermont, Howard Dean mundur dari pencalonan presiden Amerika Serikat, baru-baru ini. Keputusan tersebut diambil menyusul kekalahan Dean sebanyak 17 kali dalam kaukus dan pemilihan pendahuluan di sejumlah negara bagian wilayah selatan dan utara.
Dean dikenal sebagai politikus yang menentang keras agresi Negeri Paman Sam ke Irak. Semula, kegemaran melontarkan komentar kontroversial membuat kandidat Partai Demokrat ini kerap menjadi bahan olok-olok media massa. Namun, publik lambat laun sempat menyukai pria bergelar dokter ini, karena menilai Dean sebagai orang yang tidak takut mengungkapkan kebenaran [baca: Howard Dean Penantang Terkuat George Walker Bush].
Sementara itu, pemerintah Dominika dilaporkan meningkatkan pengamanan di wilayah yang berbatasan dengan Haiti. Jumlah personel militer di sekitar pagar pemisah ditambah. Langkah ini dilakukan karena khawatir konflik di Haiti meluas ke wilayah Dominika [baca: Haiti Masih Rusuh, 40 Orang Tewas].
Di Pompeii, Italia, ribuan warga terancam kemungkinan meledaknya Gunung Vesuvius. Pemerintah Kota Pompeii mulai menawarkan uang dalam jumlah besar untuk mendorong para keluarga di kaki gunung untuk mengevakuasi diri.
Ledakan bom kembali terjadi di Irak. Bom meledak ketika konvoi tentara AS melintas di Kota Khalidiyah. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, dua kendaraan militer AS rusak. Sebelumnya, dua bom meledak secara beruntun di Kota Hillah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kota Baghdad, Irak [baca: Dua Bom Meledak di Hillah, Sebelas Tewas]. Selain menewaskan 11 warga sipil Irak dan melukai 44 lainnya, ledakan juga mencederai 58 tentara asing.(ZAQ/Pin)
Dean dikenal sebagai politikus yang menentang keras agresi Negeri Paman Sam ke Irak. Semula, kegemaran melontarkan komentar kontroversial membuat kandidat Partai Demokrat ini kerap menjadi bahan olok-olok media massa. Namun, publik lambat laun sempat menyukai pria bergelar dokter ini, karena menilai Dean sebagai orang yang tidak takut mengungkapkan kebenaran [baca: Howard Dean Penantang Terkuat George Walker Bush].
Sementara itu, pemerintah Dominika dilaporkan meningkatkan pengamanan di wilayah yang berbatasan dengan Haiti. Jumlah personel militer di sekitar pagar pemisah ditambah. Langkah ini dilakukan karena khawatir konflik di Haiti meluas ke wilayah Dominika [baca: Haiti Masih Rusuh, 40 Orang Tewas].
Di Pompeii, Italia, ribuan warga terancam kemungkinan meledaknya Gunung Vesuvius. Pemerintah Kota Pompeii mulai menawarkan uang dalam jumlah besar untuk mendorong para keluarga di kaki gunung untuk mengevakuasi diri.
Ledakan bom kembali terjadi di Irak. Bom meledak ketika konvoi tentara AS melintas di Kota Khalidiyah. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, dua kendaraan militer AS rusak. Sebelumnya, dua bom meledak secara beruntun di Kota Hillah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kota Baghdad, Irak [baca: Dua Bom Meledak di Hillah, Sebelas Tewas]. Selain menewaskan 11 warga sipil Irak dan melukai 44 lainnya, ledakan juga mencederai 58 tentara asing.(ZAQ/Pin)