Triputra Investindo Beli Saham 20,47 Juta Saham ADRO

Triputra Investindo Arya kini memiliki 209,17 juta saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Mei 2026, 20:47 WIB
Triputra Investindo Arya menambah kepemilikan saham di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Triputra Investindo Arya menambah kepemilikan saham di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Aksi beli saham ADRO oleh Triputra Investindo Arya untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), Triputra Investindo Raya membeli saham ADRO dengan tiga kali transaksi pada 21 Mei 2026. Pertama, Triputra Investindo membeli 6,78 juta saham ADRO dengan harga Rp 2.210 per saham. Kedua, pembelian saham ADRO sebanyak 4,03 juta saham dengan harga Rp 2.230 per saham. Ketiga, saham ADRO dibeli sebanyak 9,65 juta saham dengan harga Rp 2.220 per saham. Nilai transaksi diperkirakan Rp 45,43 miliar dengan total pembelian 20,47 juta saham ADRO.

Setelah transaksi pembelian saham ADRO, Triputra Investindo Raya mengenggam 209,17 juta saham ADRO atau setara 0,71%. Sebelumnya, Triputra Investindo Raya memiliki 188,69 juta saham ADRO atau setara 0,64%.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 25 Mei 2026, harga saham ADRO turun 2,13% menjadi Rp 2.300 per saham. Harga saham ADRO dibuka stagnan di posisi Rp 2.350 per saham. Saham ADRO ditransaksikan di level tertinggi Rp 2.350 dan terendah Rp 2.270 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.661 kali dengan volume perdagangan saham 610.722 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 140,8 miliar.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,72% menjadi 6.206,34. Indeks saham LQ45 menanjak 1,74% menjadi 631,21.

Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 470 saham menguat sehingga angkat IHSG. 236 saham melemah dan 114 saham diam di tempat. 

ADRO Hentikan Buyback Saham, Simak Alasannya

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) resmi menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) 2025 terhitung sejak 16 April 2026. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Nomor 29 Tahun 2023.

Sebelumnya, program buyback tersebut merupakan hasil persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Juni 2025, dengan periode pelaksanaan maksimal 12 bulan sejak 3 Juni 2025 hingga 2 Juni 2026.

Sekretaris Perusahaan ADRO, Maharani Cindy Opssedha, menyampaikan penghentian buyback dilakukan lebih awal untuk menghindari tumpang tindih dengan rencana aksi korporasi berikutnya.

"Oleh karena itu, Perseroan akan menghentikan pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025 terhitung sejak tanggal 16 April 2026 agar pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2026 tidak beririsan atau bersamaan dengan periode pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025," tulis Maharani dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/4/2026).

Adapun Perseroan saat ini tengah mempersiapkan program buyback saham baru untuk tahun 2026. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPST yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026.

"Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana pembelian kembali saham Perseroan sesuai dengan ketentuan POJK 29/2023 pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan (“RUPST”) yang akan diadakan pada tanggal 17 April 2026 (“Pembelian Kembali Saham Perseroan 2026”)," jelasnya.

Sebelumnya, perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana ini pada 11 Maret 2026 dan perubahannya pada 2 April 2026. Jika disetujui, periode buyback saham 2026 akan dimulai pada 18 April 2026 dan berlangsung selama 12 bulan secara bertahap.

"Periode Pembelian Kembali Saham Perseroan 2026 akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung setelah persetujuan RUPST, yaitu sejak 18 April 2026," ujarnya.

 

Dampak Terhadap Kinerja Perusahaan

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan menegaskan penghentian program buyback saham 2025 tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Dengan transisi yang terencana menuju program buyback 2026, perseroan memastikan bahwa seluruh kebijakan tetap berjalan sesuai ketentuan dan mendukung stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

"Tidak ada dampak yang signifikan atas informasi terkait penghentian Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025 ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya