Bangladesh Pakai Teknologi AI untuk Tindak Pelanggaran Lalu Lintas

Bangladesh mulai menggunakan teknologi AI agar lalu lintas lebih lancar dan tidak macet total

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 26 Mei 2026, 13:04 WIB
Sejumlah becak saat terjebak macet di sebuah persimpangan di Dhaka, Bangladesh, (23/7). Kecepatan lalu lintas rata-rata di Dhaka menurun dari 21 km per jam menjadi 7 km per jam dalam 10 tahun terakhir. (AFP Photo/ Munir Uz Zaman)

Liputan6.com, Dhaka - Pemerintah Bangladesh mulai menerapkan sistem penegakan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (AI) di ibu kota Dhaka guna mengatasi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan kronis di kota tersebut.

Sistem baru itu menggunakan kamera pengawas dan perangkat lunak AI untuk mendeteksi pelanggaran secara otomatis serta mengirimkan denda langsung kepada pemilik kendaraan.

Dilansir dari France24 pada Selasa (26/5/2026), teknologi tersebut mulai diterapkan sejak April lalu. Sistem AI mampu mendeteksi berbagai pelanggaran, mulai dari menerobos lampu merah, pelanggaran jalur, hingga parkir ilegal.

Kepolisian Dhaka menyebut penerapan teknologi tersebut mulai mengubah perilaku pengendara yang sebelumnya kerap mengabaikan aturan lalu lintas.

Salah satu pengemudi, Hannan Rahman Jibon, mengaku menerima denda otomatis sebesar 2.000 taka atau sekitar Rp270 ribu setelah menerobos lampu merah. Ia mengatakan keberadaan kamera di sejumlah titik membuat pengendara kini lebih berhati-hati.

Dhaka yang dihuni lebih dari 22 juta penduduk selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan lalu lintas terburuk di dunia. Studi dari National Bureau of Economic Research bahkan menyebut Dhaka sebagai “kota paling lambat” dengan rata-rata kecepatan kendaraan hanya sekitar 4,8 kilometer per jam.

Meski demikian, pihak kepolisian mengakui sistem AI masih menghadapi sejumlah kendala, seperti pelat nomor kendaraan yang tidak jelas atau terlalu kecil sehingga sulit dibaca kamera. Polisi juga masih mencari solusi untuk mengatur lalu lintas becak kayuh yang memenuhi jalan-jalan kota.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya