Masjid Sunda Kelapa `Ramai` Hewan Kurban Pejabat

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap lebaran haji kalangan tokoh dan pejabat serta pengusaha berbondong-bondong berkurban.

oleh Edward PanggabeanDiterbitkan 15 Oktober 2013, 11:13 WIB
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Lebaran Haji kalangan tokoh dan pejabat serta pengusaha berbondong-bondong berkurban dengan menyumbangkan hewan untuk disembelih pada perayaan Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1434 Hijriah.

Beberapa tokoh dan pejabat negara yang turut menyumbangkan sapi sebagai kurban sembelihan ke Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, di antaranya keluarga besar mendiang mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Wakil Presiden Boediono, dan pengusaha nasional Chairul Tanjung.

"Ada dari Keluarga Pak Taufiq Kiemas, Chairul Tanjung, Wapres Boediono, Ida Abu bakar," kata Taufan, seorang panitia kurban Masjid Agung Sunda Kelapa, Selasa (15/10/2013).

Sapi milik mereka, telah tercatat dalam daftar hewan kurban yang akan disembelih dan dibagikan hari ini. Untuk tahun ini, kata Taufan, Masjid Agung Sunda Kelapa menerima hewan kurban sebanyak 118 ekor, yaitu 24 ekor sapi dan 94 ekor kambing.

"Rencananya, siang ini daging kurban ini akan dibagikan kepada warga sekitar masjid yang membutuhkan," ucap dia.

Jelang pembagian daging kurban, ratusan warga telah berkerumun untuk menunggu pembagian daging kurban di Masjid Sunda Kelapa.

Bahkan puluhan pengemis turut memadati masjid itu, mereka berupaya meraih rezeki dengan meminta sedekah kepada jamaah Salat Id yang datang ke masjid itu.

Puluhan pengemis terlihat meminta-minta dan mengerubuti jamaah yang mengeluarkan uang untuk memberi sedekah. Beberapa jamaah bahkan harus tertahan, akibat dikerumuni pengemis yang jumlahnya cukup banyak.

Selain itu, pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan Masjid Agung Sunda Kelapa juga terlihat tetap melaksanakan aktivitasnya pada hari raya Lebaran Haji ini.

Terlihat lapak-lapak pedagang berbagai makanan dan minuman, serta pakaian dan aksesori pakaian muslim tergelar di halaman dan jalan di depan masjid. Sementara pemulung mengais koran-koran bekas yang digunakan sebagai alas salat Id pagi tadi. (Tnt/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya