Liputan6.com, Jakarta: Obligor kakap Sjamsul Nursalim menyelesaikan sisa utangnya yang harus dibayar tunai sebesar Rp 86 miliar, Senin (9/2). Kendati begitu, untuk mendapatkan surat keterangan lunas, Sjamsul masih harus menempuh sejumlah prosedur yang akan dilakukan oleh Komite Kebijakan Sektor Keuangan dan Oversight Committee Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Total utang Sjamsul kepada negara sebesar RP 28,4 triliun, sebagian sudah dilunasi dengan asetnya di PT Gajah Tunggal Tbk (GT Tire), PT. GT Petrochem Industries Tbk, dan Dipasena Citra Darmaja. Sementara sisanya baru dilunasi Jumat pekan kemarin.
Sementara itu pemerintah berharap bisa mendapatkan pemasukan tunai sebesar Rp 5 triliun dari privatisasi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) pada semester pertama 2004. Akhir-akhir ini para investor masih bersikap menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya sebelum pemilihan umum mendatang. Beberapa BUMN yang akan diprivatisasi di antaranya Bank Mandiri dan BNI [baca: Bank Mandiri Bakal Menjual 10 Persen Saham].(ORS/Indy Rahmawatie)
Sementara itu pemerintah berharap bisa mendapatkan pemasukan tunai sebesar Rp 5 triliun dari privatisasi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) pada semester pertama 2004. Akhir-akhir ini para investor masih bersikap menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya sebelum pemilihan umum mendatang. Beberapa BUMN yang akan diprivatisasi di antaranya Bank Mandiri dan BNI [baca: Bank Mandiri Bakal Menjual 10 Persen Saham].(ORS/Indy Rahmawatie)