Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Indonesia harus meningkatkan budaya mendongeng sehingga bisa melahirkan pengetahuan dan generasi Indonesia yang cerdas.
"Budaya dongeng yang diberikan kepada anak-anak jangan sampai mati, kalau mati bisa mematikan imajinasi anak. Dengan berimajinasi, anak-anak bisa berkembang dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas akan pengetahuan," ujar Hatta ketika ditemui dalam acara launching buku dongeng anak di Godong Ijo, Depok, Sabtu (12/10/2013).
Menurut Hatta, saat ini budaya mendongeng untuk anak-anak sudah semakin ditinggalkan, diantaranya karena keterbatasan waktu orang tua yang selalu sibuk atas pekerjaannya dan dunia televisi serta internet yang memanjakan anak-anak pada saat ini.
Dengan adanya siaran televisi yang saat ini, membuat pola pikir anak-anak terkontaminasi, sehingga banyak anak-anak yang kehilangan arah dalam berpikir.
Anak-anak jangan dipaksakan keluar dari alamnya, biarkan daya jelajah dan berpikir anak-anak bisa berkembang dengan baik. Untuk itu peranan orang tua lah yang bisa membimbing anaknya tersebut.
"Saat ini banyak anak-anak yang kehilangan arah. Untuk itu peranan orang tua sangatlah baik. Jangan membiarkan anak-anak sendiri, sehingga pengetahuan anak bisa lebih meningkat. Dengan meningkatnya pengetahuan, maka bisa menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik," tegas dia.
Selain itu, ia menjelaskan, dengan meningkatnya pengetahuan lebih baik yang didapatkan anak-anak, maka anak-anak bisa lebih berkembang dan bisa meraih cita-cita yang diinginkan, baik menjadi tokoh ekonomi, pengusaha, guru, dan lain-lain. (Dis/Nur)
"Budaya dongeng yang diberikan kepada anak-anak jangan sampai mati, kalau mati bisa mematikan imajinasi anak. Dengan berimajinasi, anak-anak bisa berkembang dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas akan pengetahuan," ujar Hatta ketika ditemui dalam acara launching buku dongeng anak di Godong Ijo, Depok, Sabtu (12/10/2013).
Menurut Hatta, saat ini budaya mendongeng untuk anak-anak sudah semakin ditinggalkan, diantaranya karena keterbatasan waktu orang tua yang selalu sibuk atas pekerjaannya dan dunia televisi serta internet yang memanjakan anak-anak pada saat ini.
Dengan adanya siaran televisi yang saat ini, membuat pola pikir anak-anak terkontaminasi, sehingga banyak anak-anak yang kehilangan arah dalam berpikir.
Anak-anak jangan dipaksakan keluar dari alamnya, biarkan daya jelajah dan berpikir anak-anak bisa berkembang dengan baik. Untuk itu peranan orang tua lah yang bisa membimbing anaknya tersebut.
"Saat ini banyak anak-anak yang kehilangan arah. Untuk itu peranan orang tua sangatlah baik. Jangan membiarkan anak-anak sendiri, sehingga pengetahuan anak bisa lebih meningkat. Dengan meningkatnya pengetahuan, maka bisa menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik," tegas dia.
Selain itu, ia menjelaskan, dengan meningkatnya pengetahuan lebih baik yang didapatkan anak-anak, maka anak-anak bisa lebih berkembang dan bisa meraih cita-cita yang diinginkan, baik menjadi tokoh ekonomi, pengusaha, guru, dan lain-lain. (Dis/Nur)