Pengusaha 3 Negara Siap Sambangi TEI 2013

Indonesia akan kembali menggelar pameran tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28 yang diselenggarakan pada 16-20 Oktober 2013.

oleh NurmayantiDiterbitkan 12 Oktober 2013, 10:45 WIB
Indonesia akan kembali menggelar pameran tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28 yang diselenggarakan pada 16-20 Oktober  2013, di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan pengusaha dari 3 negara, yakni Brasil, Italia dan Jepang menyatakan minat menyambangi pameran tahun ini.

“Indonesia mulai dikenal pebisnis Italia sebagai salah satu negara yang memiliki iklim usaha  dan investasi yang menjanjikan. Hal tersebut dapat dilihat dari maraknya permintaan pebisnis Italia untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia,” kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Sumber Sinabutar, Sabtu (12/10/2013).

Menurut dia, Kantor Perwakilan Pemerintah Indonesia di Italia di bidang promosi dan perdagangan di Milan banyak menerima permintaan dari para pengusaha Italia untuk mengajak mereka hadir dan mempertemukan dengan pengusaha Indonesia dalam kegiatan.

Beberapa perusahaan yang dipastikan hadir antara lain Sopra il Muro yang mencari produk furnitur outdoor; Bamboo Design yang mencari produk furnitur etnik; Beacon Srl yang berminat pada sektor CPO (produsen dan pengolahan), perusahaan konstruksi, perusahaan penerbangan, pengadaan kayu.

Kemudian produsen dan eksportir bidang makanan, minuman dan wine, inspeksi perpipaan, serta pengawasan dan keamanan udara; Teak Furniture yang berminat pada sektor industri makanan kemasan dan makanan beku; RKB International yang bergerak pada sektor mekanik, mesin untuk industri, pembangunan kapal, otomotif, pertanian teknologi angin, dan industri pertambangan; serta dari sektor medis yang  berminat pada persediaan produk-produk medis.

Sementara dari Jepang, tercatat 26 buyers dari 20 perusahaan Jepang akan menghadiri TEI. Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC ) Osaka, Rosiana C Frederick menyatakan selain menghadiri TEI, para buyers juga dijadwalkan melakukan kunjungan  ke sentra-entra bisnis dan business matching dengan para pelaku bisnis di Indonesia.

Perusahaan-perusahaan yang akan melakukan business matching tersebut yaitu dari K Co Ltd dengan petani coklat di Sulawesi Barat; Keifuku Trading Co Ltd dengan perusahaan sambal cap Ibu Jari; Kupu-kupu dengan perusahaan kerajinan tangan di Jogjakarta, sekaligus mengunjungi Jogjakarta Expo; serta Megane Top Co Ltd dengan beberapa perusahaan furnitur kayu di Semarang dan Jepara.

Dari Brasil, 20 buyers potensial dan pelaku usaha dari sekitar 15 perusahaan dipastikan hadir. “Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan buyers tahun lalu yang hanya sekitar tiga buyers,” ujar Wakil Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sao Paulo, Bayu Setiawan.

Para buyers ini datang dari perusahaan-perusahaan ternama di Brasil. Mereka adalah Café  Pelé Companhia De Café Soluvel (kopi), Mart Presentes (glassware), Sierra By Nova America (furniture), Ingá Import (houseware & gift), Ademar Nascimento, Torex Importação E Exportação Ltda (trading), Artecor Textil, Embrapa (agriculture), Farol Consulting, Sigma Trading, Importadora Cascavel (houseware & gift), M.Cassab Comercio E Indústria Ltda, Brazilian Football Cafe, Casa & Video Rio De Janeiro S.A (glassware), Avibras Industria Aeroespacial S.A (spare parts & components).

Bayu  mengungkapkan, beberapa buyers tertarik untuk datang ke TEI 2013, tidak hanya untuk melakukan pembelian, tetapi juga melakukan penjajakan peluang bisnis jangka panjang.

Bahkan beberapa perusahaan dari negara lain yang hadir dalam pameran-pameran tersebut seperti dari Uruguay, Venezuela, dan Argentina juga menyatakan ketertarikannya untuk datang ke TEI.

 “Beberapa buyers Brasil tertarik untuk membeli produk dari Indonesia karena Indonesia relatif sedikit terkena tindakan anti-dumping dari pemerintah Brasil. Ini merupakan peluang emas dalam rangka merebut pasar yang selama ini dikuasai oleh produk-produk dari China,” ungkapnya. (Nur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya