Liputan6.com, Jakarta - Trump Mobile resmi mengonfirmasi terjadinya insiden keamanan yang mengekspos data pribadi para penggunanya ke jaringan internet publik. Untuk diketahui, perusahaan telekomunikasi dan vendor HP ini adalah milik anak Presiden Donald Trump, Donald Trump Jr. dan Eric Trump.
Informasi sensitif yang tersebar bebas tersebut meliputi nama lengkap, alamat email, alamat rumah, nomor ponsel, hingga nomor identifikasi pesanan pelanggan.
Advertisement
Juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, menyatakan bahwa pihak perusahaan tengah melakukan investigasi mendalam terkait paparan data ini.
Kendati demikian, Walker mengeklaim hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya konten komunikasi maupun informasi finansial pengguna yang ikut bocor ke publik.
Diwartakan Techcrunch, Minggu (24/5/2026), pihak manajemen juga menegaskan bahwa tidak ada peretasan (breach) langsung pada jaringan, sistem, ataupun infrastruktur internal Trump Mobile.
Menurut penjelasan Walker, celah keamanan ini berkaitan erat dengan platform vendor pihak ketiga yang mengintegrasikan "operasional tertentu" dari Trump Mobile. Sayangnya, ia menolak untuk membeberkan nama maupun identitas penyedia layanan pihak ketiga tersebut.
Pengakuan resmi dari pihak perusahaan ini mengemuka setelah munculnya sejumlah laporan awal pekan ini yang mengendus adanya data pelanggan Trump Mobile yang dapat diakses secara bebas di web.
Pengakuan dari Korban
Kasus ini mencuat ke publik setelah dua kreator konten YouTube ternama (korban), Coffeezilla dan penguinz0, yang sebelumnya memesan ponsel Trump Mobile, mengaku dihubungi oleh seorang peneliti keamanan siber.
Peneliti itu memperingatkan mereka bahwa data pribadi mereka telah terpapar secara terbuka di internet. Kedua YouTuber itu sempat mencoba menghubungi pihak Trump Mobile untuk memberikan peringatan dini setelah upaya sang peneliti tidak mendapat respons.
Namun, laporan dan peringatan yang mereka layangkan awalnya sama sekali tidak digubris oleh pihak perusahaan.
Saat ini, Trump Mobile dilaporkan masih melakukan evaluasi internal guna menentukan langkah selanjutnya, termasuk kepastian apakah perusahaan wajib mengirimkan notifikasi resmi mengenai kebocoran data ini kepada seluruh pelanggan yang terdampak.