Presiden Amerika Serikat Barrack Obama akan menominasikan Janet Yellen untuk menggantikan Ben Bernanke sebagai pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Marketwatch, Rabu (9/10/2013). Pejabat Gedung Putih menuturkan, pencalonan Janet Yellen itu diharapkan dapat menghasilkan kelanjutan dari kebijakan moneter bank sentral yang longgar.
Obama akan mengenalkan Yellen pada Rabu pukul 3 sore waktu Amerika Serikat. Yellen saat ini menjabat sebagai Vice Chairman the Federal Reserve.
Jika disetujui Senat, Yellen akan menjadi wanita pertama yang menduduki posisi utama di bank sentral Amerika Serikat.
Seperti Bernanke, Yellen adalah mantan ahli akademik pada kebijakan moneter. Mantan profesor ekonomi dari University of California, Berkeley.
Yellen datang ke bank sentral Amerika Serikat pada 1994, atas permintaan Presiden Bill Clinton. Yellen lalu ke Gedung Putih untuk menjadi ketua Dewan Penasehat Ekonomi Clinton pada 1997, tetapi hanya dua tahun.
Dia kembali ke Berkeley, dan kembali bergabung dengan the Fed pada 2004 sebagai presiden Fed San Francisco. Pada 2010, Yellen kembali ke Washington menduduki posisi kedua di Dewan Gubernur.
Ekonom menggambarkan, Yellen akan melanjutkan kebijakan yang dilakukan Bernanke. Kebijakan moneter agresif sebagai reaksi terhadap krisis keuangan.
Robert Brusca, Chief Economist FAO Economics menuturkan, Wall Street melihat Yellen "dove" seperti seorang Demokrat dan mendukung quantative easing (QE). Selain itu, pejabat seperti itu tidak terlalu ketat untuk memerangi inflasi. "Itu adalah label, dan harus menghadapi itu. Akan tetapi saya itu tidak berpikir itu akan menjadi masalah besar," kata Brusca.
Sementara itu, ekonom Goldman Sach meramalkan, Yellen akan melalui proses konfirmasi senat.
Senator Demokrat Tim Johnson dari Dakota Selatan menuturkan, akan mendukung nominasi Yellen, dan berjanji untuk mengadang sidang konfirmasi pada waktu yang tepat.
Yellen menghadapi tantangan untuk mencoba mengurangi pembelian aset, mengecilkan neraca dan menjaga perekonomian pada jalur pertumbuhan.
Dana moneter internasional juga mendesak The Fed untuk bergerak hati-hati dan berkomunikasi dengan jelas. Suku bunga telah melonjak di seluruh pada Mei setelah The Fed mengatakan akan mulai mengurangi pembelian aset/obligasi. Akhirnya The Fed pun menunda untuk mengurangi pembelian aset.(Amh/Ndw)
Mengutip Marketwatch, Rabu (9/10/2013). Pejabat Gedung Putih menuturkan, pencalonan Janet Yellen itu diharapkan dapat menghasilkan kelanjutan dari kebijakan moneter bank sentral yang longgar.
Obama akan mengenalkan Yellen pada Rabu pukul 3 sore waktu Amerika Serikat. Yellen saat ini menjabat sebagai Vice Chairman the Federal Reserve.
Jika disetujui Senat, Yellen akan menjadi wanita pertama yang menduduki posisi utama di bank sentral Amerika Serikat.
Seperti Bernanke, Yellen adalah mantan ahli akademik pada kebijakan moneter. Mantan profesor ekonomi dari University of California, Berkeley.
Yellen datang ke bank sentral Amerika Serikat pada 1994, atas permintaan Presiden Bill Clinton. Yellen lalu ke Gedung Putih untuk menjadi ketua Dewan Penasehat Ekonomi Clinton pada 1997, tetapi hanya dua tahun.
Dia kembali ke Berkeley, dan kembali bergabung dengan the Fed pada 2004 sebagai presiden Fed San Francisco. Pada 2010, Yellen kembali ke Washington menduduki posisi kedua di Dewan Gubernur.
Ekonom menggambarkan, Yellen akan melanjutkan kebijakan yang dilakukan Bernanke. Kebijakan moneter agresif sebagai reaksi terhadap krisis keuangan.
Robert Brusca, Chief Economist FAO Economics menuturkan, Wall Street melihat Yellen "dove" seperti seorang Demokrat dan mendukung quantative easing (QE). Selain itu, pejabat seperti itu tidak terlalu ketat untuk memerangi inflasi. "Itu adalah label, dan harus menghadapi itu. Akan tetapi saya itu tidak berpikir itu akan menjadi masalah besar," kata Brusca.
Sementara itu, ekonom Goldman Sach meramalkan, Yellen akan melalui proses konfirmasi senat.
Senator Demokrat Tim Johnson dari Dakota Selatan menuturkan, akan mendukung nominasi Yellen, dan berjanji untuk mengadang sidang konfirmasi pada waktu yang tepat.
Yellen menghadapi tantangan untuk mencoba mengurangi pembelian aset, mengecilkan neraca dan menjaga perekonomian pada jalur pertumbuhan.
Dana moneter internasional juga mendesak The Fed untuk bergerak hati-hati dan berkomunikasi dengan jelas. Suku bunga telah melonjak di seluruh pada Mei setelah The Fed mengatakan akan mulai mengurangi pembelian aset/obligasi. Akhirnya The Fed pun menunda untuk mengurangi pembelian aset.(Amh/Ndw)