Lepas Saham, Pendiri Twitter Sabet Gelar Miliarder

Jika Twitter ditawarkan pada saat IPO senilai US$ 17,6 per saham, maka pendiri Twitter, Evan Williams bakal menjadi seorang miliarder.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 05 Okt 2013, 19:53 WIB
Kekayaan pendiri Twitter, Evan Williams diprediksi akan mencapai 10 digit angka ketika perusahaan sosial media itu telah selesai menggelar penawaran saham perdana (IPO) ke publik.

William saat ini menjadi pemegang saham terbesar di Twitter yang mengantongi 12% saham. Jika Twitter ditawarkan pada saat IPO senilai US$ 17,6 per saham, pada penawaran perdana tersebut akan membuat Williams menyabet gelar miliarder.

Dikutip dari Boston.com, Sabtu (5/10/2013), Pria yang berasal dari Nebraska yang saat ini tinggal di San Fransisco ini akan menjadi seorang miyader karena pada dokumen IPO nya yang dikeluarkan pada akhir Agustus lalu itu penawaran awa justru malah berada di harga US$ 20,62 per sahamnya.

Dengan harga seperti itu dengan 56,9 juta lembar saham miliknya dia akan meraup keuntungan hampir US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 13,6 triliun (kurs Rp 11.381 per dolar AS)

Williams menjadi salah satu pemililk saham terbesar dikarenakan dia memiliki hak atas pendirian Twitter pada 2005, setelah meninggalkan pekerjaan lamanya di Google Inc. Dia keluar dari Google usai berhasil menjual produk hit pertamanya, Blogger untuk jumlah yang tak diketahui.

Kini Williams tak lagi menjadi CEO, demi melancarkan IPO Twitter, pada 2010 dirinya meminta Dick Costolo untuk mengemban jabatan itu. Dick Costolo pun di Twitter juga memiliki saham Twitter, namun hanya 1,6%.

Pembicaraan penawaran umum perdana saham Twitter telah beredar selama beberapa waktu, dan Wall Street Journal memperkirakan perusahaan yang didirikan pada 2006 bernilai sekitar US$ 10 miliar. Twitter telah menjadi salah satu yang paling cepat berkembang dan layanan media sosial paling berpengaruh, digunakan secara luas oleh selebriti, jurnalis, politisi dan lain-lain.

Jaringan sosial yang berkembang pesat ini diperkirakan memperoleh US$ 582,8 juta secara global dalam penerimaan iklan tahun ini dan hampir satu miliar dolar AS pada tahun depan, menurut periset industri, eMarketer.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu mengambil keuntungan dari aturan yang diadopsi oleh badan pengawas pasar modal AS (Securities and Exchange Commission/SEC) pada tahun lalu yang memungkinkan perusahaan-perusahaan emerging growth dengan pendapatan kurang dari satu miliar dolar AS untuk menjaga rincian keuangan rahasia sampai mereka mendekati untuk IPO.

Setahun yang lalu, CEO Dick Costolo mengatakan waktunya belum matang untuk Twitter melakukan IPO tetapi mengindikasikan Twitter akan tetap independen. Beberapa kekhawatiran atas perusahaan media sosial telah memudar, karena Facebook yang sahamnya kehilangan 50 persen setelah IPO pada Mei 2012, mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir.

Jika IPO Twitter benar akan dilakukan dalam waktu dekat ini maka tidak hanya CEO dan pemilik saham yang akan menjadi kaya, nampaknya 2000 karayawannya juga tak akan luput dari membludaknya pemasukan perusahaan itu. (Yas/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya