Liputan6.com, Jakarta: Bank Indonesia masih memeriksa dokumen milik konsorsium Swissasia Global, calon pembeli 52 persen saham Bank Lippo. Setelah pemeriksaan kelengkapan dokumen selesai, BI segera menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap konsorsium tersebut. Hal ini diungkapkan Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI Siti Fadjriah di Jakarta, Rabu (28/1).
Menurut Siti, penawaran terakhir Swissasia untuk saham Lippo adalah Rp 591 per lembar saham. Padahal nilai buku saham Bank Lippo hanya Rp 377 per lembarnya. BI heran atas niat konsorsium Swissasia membeli saham Bank Lippo di atas nilai buku tersebut. Hal itulah yang akan menjadi salah satu pertanyaan BI saat uji kepatutan dan kelayakan nanti.
Selasa silam, Badan Penyehatan Perbankan Nasional telah menyatakan tiga investor, termasuk Swissasia sebagai prefered bidder dalam program divestasi 52,05 persen saham Bank Lippo, yang setara dengan lebih dari dua miliar lembar saham [baca: Peminat Saham Bank Lippo Investor Lama]. Dua investor lainnya adalah Paragrine Euro Capital dan Triton Advisory. (DEN/Susanti Jo dan Eko Purwanto)
Menurut Siti, penawaran terakhir Swissasia untuk saham Lippo adalah Rp 591 per lembar saham. Padahal nilai buku saham Bank Lippo hanya Rp 377 per lembarnya. BI heran atas niat konsorsium Swissasia membeli saham Bank Lippo di atas nilai buku tersebut. Hal itulah yang akan menjadi salah satu pertanyaan BI saat uji kepatutan dan kelayakan nanti.
Selasa silam, Badan Penyehatan Perbankan Nasional telah menyatakan tiga investor, termasuk Swissasia sebagai prefered bidder dalam program divestasi 52,05 persen saham Bank Lippo, yang setara dengan lebih dari dua miliar lembar saham [baca: Peminat Saham Bank Lippo Investor Lama]. Dua investor lainnya adalah Paragrine Euro Capital dan Triton Advisory. (DEN/Susanti Jo dan Eko Purwanto)