Liputan6.com, Teheran: Pemerintah Iran optimistis perselisihan antara kubu reformis dan konservatif bakal segera berakhir. Presiden Mohamad Khatami, pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamanei, dan Dewan Pelindung bersedia menandatangani sebuah kesepakatan. Sejumlah tokoh dari kaum reformis masih menyangsikan kesepakatan tersebut. Tapi, Ketua Parlemen Iran Mehdi Karroubi menyatakan telah menerima kesediaan damai dari Ali Khamanei dan Khatami, di Teheran, baru-baru ini.
Krisis bermula saat Dewan Pelindung mencoret 8.200 nama kandidat kubu reformis dari daftar pemilihan umum yang akan diadakan 20 Februari mendatang [baca: Kelompok Reformis Iran Marah]. Khatami juga mengaku sering berunding dengan Dewan Pelindung untuk meminta saran dari Ali Khamanei. Bahkan, pencoretan nama para kandidat ditinjau ulang adalah saran dari Khamanei. Karena itu, Khatami mengaku yakin pemilu akan berjalan lancar sesuai jadwal.
Khatami juga sempat menerima Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini. Usai pertemuan, Khatami menyatakan menolak kesaksian Hamid Reza Zakeri di Pengadilan Jerman yang menyebutkan Iran melakukan kontak dengan jaringan Al-Qaidah sebelum pengeboman Gedung World Trade Center, New York, Amerika Serikat [baca: Memburu Osama, Mengancam Afghanistan]. Dalam persidangan, Zakeri mengaku bekerja untuk agen rahasia Iran dan bertugas melakukan teror ke seluruh belahan dunia.(KEN/Yoh)
Krisis bermula saat Dewan Pelindung mencoret 8.200 nama kandidat kubu reformis dari daftar pemilihan umum yang akan diadakan 20 Februari mendatang [baca: Kelompok Reformis Iran Marah]. Khatami juga mengaku sering berunding dengan Dewan Pelindung untuk meminta saran dari Ali Khamanei. Bahkan, pencoretan nama para kandidat ditinjau ulang adalah saran dari Khamanei. Karena itu, Khatami mengaku yakin pemilu akan berjalan lancar sesuai jadwal.
Khatami juga sempat menerima Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini. Usai pertemuan, Khatami menyatakan menolak kesaksian Hamid Reza Zakeri di Pengadilan Jerman yang menyebutkan Iran melakukan kontak dengan jaringan Al-Qaidah sebelum pengeboman Gedung World Trade Center, New York, Amerika Serikat [baca: Memburu Osama, Mengancam Afghanistan]. Dalam persidangan, Zakeri mengaku bekerja untuk agen rahasia Iran dan bertugas melakukan teror ke seluruh belahan dunia.(KEN/Yoh)