Penganiaya Penumpang JakLingko Ditangkap, Pelaku Baru Keluar Rumah Sakit Jiwa

Polisi masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku dengan menggandeng Dinas Sosial dan rumah sakit jiwa.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 23 Mei 2026, 16:25 WIB
Nama JakLingko merupakan warisan dari Gubernur Anies Baswedan yang merupakan kepanjangan dari Jak yang berarti Jakarta dan Lingko yang berarti jejaring atau integrasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengamankan pelaku penganiayaan terhadap penumpang Jaklingko 49 bernama Berliana. Terduga pelaku berinisial NS (30) diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam mengatakan peristiwa itu terjadi dua hari lalu di Jaklingko rute Lebak Bulus–Cipulir di kawasan Jalan Raya Ulujami Raya.

“Di mana Mbak Berliana mendapatkan tindakan kekerasan fisik berupa pemukulan dan penendangan yang dilakukan terduga pelaku berinisial NS,” kata Seala kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Pesanggrahan dan menjalani pemeriksaan serta visum. Menurut Seala, kasus tersebut bergerak cepat setelah video penganiayaan viral di media sosial.

“Video itu langsung viral malam harinya, jadi kami bergerak cepat setelah menerima laporan,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku dengan menggandeng Dinas Sosial dan rumah sakit jiwa.

“Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami bekerja sama dengan rumah sakit jiwa untuk melakukan uji klinis terhadap pelaku,” katanya.

Seala mengungkapkan, NS diketahui belum genap setahun keluar dari rumah sakit jiwa.

“Yang bersangkutan memang baru keluar dari RSJ karena memiliki riwayat gangguan mental atau kejiwaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan laporan korban langsung ditindaklanjuti aparat.

“Laporan polisi langsung diproses Polsek Pesanggrahan bersama tim,” kata Joko.

Kronologi Penganiayaan Penumpang JakLingko

Korban Berliana menceritakan kejadian bermula saat pelaku naik dari kawasan Bintaro dan meminta bantuan untuk men-tap kartu pembayaran. Namun situasi berubah ketika mesin kartu mengalami gangguan.

Pelaku mendadak membentak penumpang lain hingga membuat suasana di dalam angkot tegang. “Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu soal kartu. Semua penumpang langsung nengok,” ujar Berliana.

Berliana mengaku sempat membantu menjelaskan kondisi mesin. Tetapi saat hendak membantu penumpang lain turun, pelaku tiba-tiba menamparnya.

“Aku mau bantu bukain pintu, tiba-tiba ditampar sebelah kiri,” katanya.

Korban mengaku sempat merekam kejadian menggunakan ponsel. Namun pelaku justru kembali melakukan kekerasan. “Ditampar 4 sampai 5 kali, saya agak lupa karena cepat banget,” ucap Berliana.

Meski syok, korban akhirnya turun di Cipulir dan memilih membuat laporan polisi.

Terkait dugaan gangguan jiwa pelaku, Berliana mengaku awalnya tidak curiga karena penampilan pelaku terlihat rapi dan masih nyambung saat diajak berbicara. Di sisi lain, orang tua NS menyampaikan permintaan maaf kepada korban atas tindakan anaknya.

“Saya mohon maaf sedalam-dalamnya apabila anak saya telah menyusahkan orang lain,” ujar ayah pelaku.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya