Tembang lama grup musik asal Liverpool The Beatles The Long and Winding Road yang dirilis tahun 1970 itu terngiang di telinga. Syair yang ditulis Paul McCartney dan lagu yang digarapnya bersama John Lennon itu rasanya pas betul dengan perjalanan anaknya Valentino Rossi. "Anakku memang pantas mendapatkan semuanya," gumam Graziano Rossi sang ayah yang samar-samar mendengar syair lagu abadi Beatles itu. Jalan yang ditempuh Valentino Rossi sebagai atlet balap motor profesional memang tidaklah berjalan mulus seperti yang dilihat banyak orang ketika menyaksikan sang juara naik ke atas podium. Meski dirinya sudah merasakan berbagai gelar juara, Rossi juga pernah mengalami masa-masa yang terpuruk. Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 itu pun sempat tak mampu bersaing lagi di papan atas klasemen MotoGP 2011 lalu. Rasanya getir. Saat itu, Rossi yang bergabung dengan tim Ducati hanya mampu menempatkan dirinya di peringkat 7 klasemen akhir pembalap MotoGP. Pria kebangsaan Italia itu hanya bisa mengumpulkan 139 poin dari 17 kali balapan."Memenangkan kejuaraan pada tahun pertama akan terasa sulit. Kita perlu waktu untuk menjadi kompetitif dan memenangkan perlombaan," katanya pada waktu itu.
Selalu Bangkit dari KeterpurukanDi tahun itu, Rossi hanya dua kali naik podium. Namun bukan podium pertama yang diraihnya. Pembalap yang mengidolai klub sepakbola Inter Milan ini hanya sanggup merebut posisi kedua yang diraihnya di GP Prancis dan GP San Marino. Raihan ini masih lebih baik dibanding pencapaian di 2011. Sebagai pembalap yang pernah merasakan sembilan gelar juara dunia, hasil tersebut tentunya merupakan mimpi buruk yang jadi kenyataan. Namun untungnya, sebelum merasakan itu Rossi sudah lebih dulu dinobatkan sebagai sosok legendaris di dunia otomotif. Bahkan secara khusus, ia disebut sebagai pembalap paling fenomenal di kancah MotoGP.Anggapan tersebut tak muncul begitu saja. Selain sembilan gelar juara dunia, Rossi juga mencatatkan sejumlah prestasi lain. Ia pernah mencatatkan dirinya sebagai pembalap yang sudah 178 kali naik podium. Ia juga tercatat sebagai pembalap yang paling sering naik podium secara berturut-turut.Rossi Pantas Jadi Legenda DuniaSejak GP Portugal 8 September 2002 hingga GP Afrika Selatan 18 April 2004, Rossi selalu naik podium. Dari kesempatannya tersebut, ia terhitung 13 kali menempati podium tertinggi yang menandakan bahwa dirinya adalah juara di tiap seri yang berbeda.Dengan segelimang catatan pribadinya, sangat pantas apabila Rossi disejajarkan dengan para legenda MotoGP seperti Giacomo Agostini, Angel Nieto, Mike Hailwood, dan juga Mick Doohan. Kesuksesannya tersebut juga mampu membawa Rossi dikenal di seluruh dunia bahkan oleh masyarakat awam yang tak begitu mengerti dunia MotoGP sekalipun.
Advertisement