Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian kedatangan jemaah haji reguler Indonesia di Arab Saudi resmi berakhir setelah kloter terakhir mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Jumat (22/5/2026).
Penutupan fase kedatangan ini menandai seluruh jemaah haji reguler Indonesia telah berada di Tanah Suci untuk bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Advertisement
Pada hari ke-16 operasional haji, sebanyak 2.288 jemaah dari enam kelompok terbang (kloter) asal Embarkasi Surabaya dan Batam tiba secara bertahap di Jeddah menggunakan maskapai Saudi Airlines. Para jemaah langsung menjalani proses imigrasi dan pemeriksaan dokumen sebelum diberangkatkan menuju hotel di Makkah.
Kloter SUB 116 asal Surabaya menjadi rombongan terakhir yang menutup fase kedatangan jemaah Indonesia tahun ini. Rombongan tersebut membawa 379 jemaah yang kemudian diberangkatkan menuju Makkah menggunakan bus.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan seluruh proses kedatangan jemaah berlangsung lancar hingga kloter terakhir tiba di Arab Saudi.
“Penutupan Alhamdulillah berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, semua jemaah dalam kondisi sehat, tidak ada yang perlu perawatan,” katanya pada tim Media Center Haji di Jeddah, Jumat.
Perhatian Khusus
Petugas haji di bandara juga memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas pada hari terakhir kedatangan. Petugas mendampingi proses perpindahan jemaah mulai dari area kedatangan, pemeriksaan dokumen, hingga naik ke bus menuju hotel.
Seluruh jemaah yang tiba di Jeddah langsung diarahkan ke pemondokan masing-masing di Makkah agar dapat segera beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah puncak haji. Pemerintah kini memusatkan layanan pada kesiapan Armuzna, mulai dari transportasi, konsumsi, kesehatan, penempatan tenda, hingga perlindungan jemaah.
Puncak ibadah haji akan dimulai dengan pemberangkatan jemaah menuju Arafah untuk menjalani wukuf. Karena itu, pemerintah mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dengan mengurangi aktivitas berat dan memperbanyak istirahat.
Selain itu, petugas haji juga terus mengingatkan jemaah agar tidak bepergian sendirian, terutama bagi lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan menjelang fase Armuzna yang menjadi tahap paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.