Arti Senyap bagi Seorang Arbain Rambey

Juru foto Harian Kompas itu memamerkan sejumlah foto berjudul &quotSenyap&quot. Seluruh fotonya berupa gambar diam atau pemandangan yang memperlihatkan kesunyian hati sang fotografer.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Januari 2004, 08:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah foto lebih berbicara daripada kata-kata. Karena itu, ada pandangan bahwa ketajaman gambar dan ketelitian adalah mutlak bagi fotografer profesional. Dan jika foto bisa membuat seseorang terpukau, maka sang Mat Kodak layak diacungi jempol. Seperti lembar-lembar gambar yang dipamerkan Arbain Abdul Wahidin Rambey, mantan reporter olah raga yang kini bergabung dengan Surat Kabar Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (21/1).

Arbain memberi judul &quotSenyap&quot pada seluruh fotonya. Dia tak berlebihan memberi judul. Sebab, semua foto yang dipamerkan menggambarkan kesendirian dan kesunyian. Gambar pemandangan alam juga banyak diambil pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, yang pernah beberapa kali meliput ke daerah konflik. Komposisi warna yang bervariasi didukung pencahayaan natural membuat foto Arbain semakin hidup.

Kesunyian sengaja diambil Arbain seolah menggambarkan suasana hatinya yang tengah sepi. Alhasil obyek jepretan lelaki itu rata-rata still photo atau obyek diam. Tapi, Arbain menyerahkan kembali sudut pandang yang difotonya kepada para pengunjung pameran. Maklumlah, makna kesenyapan bagi setiap individu pasti berbeda. Pameran dibuka selama sepekan sampai Jumat mendatang.

Arbain adalah lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Sipil. Dia mengawali karier fotografi di Yayasan Asmat, Papua. Sebelumnya Arbain Rambey pernah berpameran tunggal bertajuk &quotCahaya Jiwa&quot, Agustus 2002, di Medan, Sumatra Utara. Lelaki ini juga pernah menggelar pameran &quotMandailing&quot pada Oktober 2002--juga di Medan--serta &quotThe Voice of Silence&quot di Jakarta.(KEN/Fransambudi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya