Liputan6.com, Jakarta: Petinju Antonius Moses, 20 tahun, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, akan dimakamkan Selasa (20/1) sore. Saat ini jenazah Moses disemayamkan di rumah duka di Ciputat, Tangerang, Banten. Prosesi pemakaman dipastikan tak akan dihadiri orang tua Moses. Kedua orangtua Moses yang berada di Pulau Tepa, Maluku Tenggara, baru akan tiba di Jakarta Sabtu depan karena kendala transportasi.
Moses meninggal dunia setelah menjalani operasi dan perawatan intensif selama sepekan di RS UKI. Moses meninggal sekitar pukul 20.55 WIB setelah sebelumnya sempat kejang-kejang [baca: Petinju Antonius Moses Akhirnya Meninggal].
Petinju asal Probolinggo, Jawa Timur, ini dilarikan ke rumah sakit, Selasa pekan silam, setelah jatuh tersungkur pada ronde delapan oleh petinju Thailand Kaichon sor Vorapin dalam sebuah pertandingan nongelar Sabuk Emas RCTI kelas terbang junior 49,2 kilogram. Belakangan diketahui Moses mengalami pendarahan otak sebelah kanan. Kekalahan Moses yang berbuntut kematian itu adalah kekalahan pertama dari 14 kali pertandingannya.
Kematian Moses menambah panjang daftar petinju Indonesia yang meninggal karena pendarahan di otak. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tercatat sudah tujuh petinju Indonesia yang meninggal akibat berlaga di atas ring.(YYT/Jeremi Tetti)
Moses meninggal dunia setelah menjalani operasi dan perawatan intensif selama sepekan di RS UKI. Moses meninggal sekitar pukul 20.55 WIB setelah sebelumnya sempat kejang-kejang [baca: Petinju Antonius Moses Akhirnya Meninggal].
Petinju asal Probolinggo, Jawa Timur, ini dilarikan ke rumah sakit, Selasa pekan silam, setelah jatuh tersungkur pada ronde delapan oleh petinju Thailand Kaichon sor Vorapin dalam sebuah pertandingan nongelar Sabuk Emas RCTI kelas terbang junior 49,2 kilogram. Belakangan diketahui Moses mengalami pendarahan otak sebelah kanan. Kekalahan Moses yang berbuntut kematian itu adalah kekalahan pertama dari 14 kali pertandingannya.
Kematian Moses menambah panjang daftar petinju Indonesia yang meninggal karena pendarahan di otak. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tercatat sudah tujuh petinju Indonesia yang meninggal akibat berlaga di atas ring.(YYT/Jeremi Tetti)