Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jemaah haji Indonesia untuk mengonsumsi makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) di hotel Makkah dan tidak membawanya ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Paket makanan ini disiapkan sebagai pengganti konsumsi reguler sebelum dan sesudah fase Armuzna pada 7, 8, dan 13 Zulhijah 1447 H.
Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Tri Hidayatno, menjelaskan bahwa setiap jemaah akan mendapatkan enam paket makanan siap saji dengan menu berbeda.
Advertisement
“Paket makanan ini digunakan untuk 7, 8, dan 13 Zulhijah karena pada tanggal tersebut, jemaah tidak mendapatkan fresh meal,” kata Tri pada tim Media Center Haji di Makkah, Kamis (21/5/2026).
PPIH menjadwalkan konsumsi tiga kali makan pada 7 Zulhijah, yakni pagi, siang, dan sore. Selanjutnya, jemaah memperoleh satu kali makan pada 8 Zulhijah pagi sebelum bergerak ke Arafah. Adapun dua paket sisanya dikonsumsi pada 13 Zulhijah saat jemaah kembali dari Armuzna.
Tri menjelaskan, makanan siap saji itu diproduksi perusahaan Indonesia dan perusahaan kerja sama Indonesia-Arab Saudi.
“Semua menunya disesuaikan dengan standar dan cita rasa Indonesia sehingga diharapkan bisa menjaga daya tahan tubuh jemaah saat puncak haji,” ujarnya.
Menu yang tersedia antara lain gulai ayam, kari ayam, semur ayam, rendang daging, dan daging lada hitam. Jemaah bebas memilih menu sesuai selera untuk waktu makan yang telah dijadwalkan.
Makanan Dipastikan Aman
Petugas juga memastikan makanan tetap aman disimpan di kamar hotel tanpa pendingin. Tri menyebut, produk menggunakan teknologi retort dengan proses pemanasan hingga 121 derajat Celsius sehingga tahan sampai 18 bulan.
“Di suhu Arab Saudi yang saat ini mencapai 47 derajat Celsius, makanan ini tetap aman disimpan di kamar dan tidak perlu masuk kulkas,” ucapnya.
Karena konsepnya siap santap, jemaah dapat langsung membuka kemasan dan mengonsumsinya tanpa proses pemanasan. Ia menegaskan, jemaah tidak perlu membawa paket makanan ke Armuzna karena syarikat telah menyiapkan konsumsi tersendiri di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kalau dibawa ke Armuzna justru akan memberatkan barang bawaan jemaah, padahal di sana juga sudah disediakan makanan,” katanya.
Tri mengimbau jemaah menghabiskan paket makanan sesuai jadwal konsumsi di hotel Makkah agar kondisi fisik tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji.