Pialang Kripto Ini Ajukan IPO Setelah Sinyal Pasar Kripto Pulih

Sentimen di pasar kripto dinilai sedikit membaik di tengah sentimen regulasi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Mei 2026, 16:00 WIB
Ilustrasi Kripto atau Penambangan kripto. Foto: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Pialang kripto Blockchain.com pada Kamis, 21 Mei 2026 telah mengajukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) secara rahasia di Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan seiring pasar aset digital menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah periode yang bergejolak.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (22/5/2026), pasar kripto tetap berada di bawah tekanan sejak penurunan tajam pada Oktober. Hal ini karena sentimen penghindaran risiko yang meluas di investor dan memperlambat laju pencatatan baru.

Manajer aset kripto Grayscale Investments mengumumkan pengajukan IPO pada November. Sementara itu, bursa kripto Kraken mengumumkan IPO di New York pada bulan yang sama, meskipun keduanya belum melanjutkan rencana pencatatan saham. Namun, sentimen di pasar kripto sedikit membaik dalam beberapa minggu terakhir di tengah perkembangan regulasi yang konstruktif.

Komite Senat AS pekan lalu memajukan undang-undang yang telah lama ditunggu-tunggu untuk mengatur kripto, menandai langkah penting bagi RUU tersebut.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, telah naik sekitar 20% dalam tiga bulan terakhir, tetapi masih turun 12% tahun ini.

Pengajuan rahasia Blockchain.com memulai proses peninjauan regulasi yang biasanya memakan waktu setidaknya dua hingga tiga bulan dan memberi perusahaan pilihan untuk melanjutkan rencana pencatatan sahamnya ketika pasar terbuka untuk perusahaan kripto.

Pengajuan rahasia memungkinkan perusahaan untuk merahasiakan keuangan hingga mendekati pencatatan saham dan mempersiapkan IPO tanpa pengawasan pasar publik.

Didirikan bersama oleh Ben Reeves, Peter Smith, dan Nic Cary pada 2011, platform Blockchain.com memungkinkan jutaan pengguna di lebih dari 100 negara untuk berinvestasi dalam mata uang kripto. Platform ini telah memfasilitasi transaksi kripto senilai lebih dari USD 1,1 triliun atau Rp 19.393 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.630).

Perseroan menyatakan, jumlah saham yang akan ditawarkan dan kisaran harga untuk penawaran yang diusulkan belum ditentukan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Consensys Menunda IPO Imbas Pasar Kripto Lesu

Koin Kripto atau Crypto. Disimak harga kripto hari ini.

Sebelumnya, Concensys yang dikenal dengan produk dompet Ethereum MetaMask telah menunda rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 2026. Hal ini karena pasar yang lemah dan bergejolak. Ini menambah daftar panjang perusahaan kripto yang menunda rencana IPO pada 2026.

Mengutip Coinmarketcapnews.com, perusahaan yang didirikan oleh salah satu pendiri Ethereum, Joe Lubin telah berupaya mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada akhir Februari 2026. Pengajuan rahasia biasanya merupakan langkah formal pertama menuju persetujuan IPO. Namun, sayangnya hal itu belum terwujud.

Consensys telah meminta bantuan bank JPMorgan dan Goldman Sachs untuk memimpin penawaran publik, menurut laporan tersebut. Perusahaan terakhir kali dinilai sebesar USD 7 miliar setelah mengumpulkan USD 450 juta dalam putaran Seri D pada awal tahun 2022.

Pasar Kripto Lesu

Waktu penundaan ini sangat buruk bagi Consensys. Pasar kripto anjlok tajam pada Februari di tengah ketidakpastian ekonomi, Perang Iran, kekhawatiran tarif, ekspektasi buruk terhadap penurunan suku bunga, dan arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin. Gelombang likuidasi di seluruh pasar kripto yang menggunakan leverage mengakhiri aksi jual tersebut.

Consensys bukan satu-satunya yang mempertimbangkan kembali rencana dan jadwal IPO-nya. Kraken, salah satu bursa kripto terbesar di AS, menangguhkan IPO senilai miliaran dolar AS pada awal tahun ini, bahkan setelah mengajukan permohonan secara rahasia ke SEC pada akhir tahun 2025.

Pembuat dompet perangkat keras Prancis, Ledger, juga menunda rencana pencatatan saham senilai USD 4 miliar minggu ini, dengan alasan kondisi pasar yang lemah, menurut laporan Cryptopolitan sebelumnya.

 

IPO BitGo

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Debut publik BitGo yang penuh gejolak menawarkan pelajaran berharga.  BitGo tetap menjadi satu-satunya perusahaan kripto asli yang menyelesaikan IPO AS sejauh tahun ini. Penyedia aset digital ini mengumpulkan sekitar USD 213 juta dalam penawaran publik Januari lalu, dengan harga saham USD 18 dan mengalami kenaikan 20% pada debutnya di NYSE.

Namun, momentum ini memudar, karena saham BitGo sekarang diperdagangkan sekitar 36% di bawah harga penawaran, yang menggarisbawahi betapa tidak menariknya saham kripto saat ini bagi investor.

Pesimisme pasar ini berlawanan dengan enam bulan lalu, dengan sentimen yang sangat menjanjikan memasuki tahun baru.

Kejelasan regulasi yang lebih baik di AS, termasuk penandatanganan Undang-Undang GENIUS untuk stablecoin, telah mendorong beberapa perusahaan kripto, termasuk Consensys, untuk mengumumkan ambisi pencatatan saham menjelang 2026.

Pencatatan saham yang sukses pada tahun 2025 oleh Circle dan Bullish, dengan keduanya mengumpulkan lebih dari USD 1 miliar, memperkuat sentimen pasar publik siap untuk perusahaan kripto. Sentimen ini sekarang tampak mati.

Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah USD 80.000, dan tanpa katalis yang terlihat untuk kemungkinan penurunan suku bunga, tampaknya tidak ada hal positif untuk melakukan penawaran umum kripto.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya