Viral Kemunculan Partai Kecoak di India, Jutaan Anak Muda Ramai-ramai Bergabung

Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak muncul dari suara anak muda. Apa visi dan misinya?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 21 Mei 2026, 21:30 WIB
Kecoa Dubia. (Gemini AI)

Liputan6.com, New Delhi - Sebuah gerakan politik satir bernama Cockroach Janta Party (CJP) mendadak viral di India setelah komentar kontroversial Ketua Mahkamah Agung India memicu kemarahan publik, terutama di kalangan anak muda.

Gerakan tersebut digagas oleh Abhijeet Dipke, lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston, Amerika Serikat. Awalnya, CJP hanya muncul sebagai lelucon di media sosial sebelum berkembang menjadi fenomena politik daring yang ramai diperbincangkan.

Dilansir Al Jazeera pada Kamis (21/5/2026), polemik bermula ketika Ketua Mahkamah Agung India Surya Kant dalam sidang terbuka menyamakan sebagian anak muda pengangguran dengan “kecoa” dan “parasit”.

Pernyataan itu langsung menuai kritik luas karena dianggap merendahkan generasi muda yang tengah menghadapi tingginya angka pengangguran, inflasi, dan tekanan sosial di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Sebagai respons, Dipke membuat akun media sosial dan situs resmi Cockroach Janta Party, yang merupakan plesetan dari Bharatiya Janata Party (BJP), partai penguasa yang dipimpin Modi.

Dalam waktu tiga hari, akun Instagram partai satir tersebut dilaporkan meraih lebih dari 11 juta pengikut dan menarik ratusan ribu pendaftar.

Melalui manifesto yang diunggah secara daring, CJP mengkritik ketimpangan ekonomi, dominasi media korporasi, hingga dugaan manipulasi politik di India.

Fenomena ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh oposisi dan aktivis hak asasi manusia. Mereka menilai satire kini menjadi medium baru bagi generasi muda India untuk menyalurkan kekecewaan sekaligus menuntut akuntabilitas pemerintah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya