Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah anggota Komisi II DPR melakukan inspeksi mendadak ke rumah Erry Riyana Hardjapamekas, Sjahruddin Rasul, dan Marsilam Simanjuntak, Jumat (12/12). Mereka datang untuk meninjau kondisi rumah calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, sekaligus menanyakan kesiapan keluarga masing-masing. Rumah Erry Riyana di Jalan Buni Nomor 36, Utan Kayu, Jakarta Timur, mendapat giliran pertama.
Anggota Komisi II DPR yang mendatangi rumah Erry adalah Sterra Piettersz, Djasri Marin, dan Radja Roesli. Kepada anggota Dewan, istri Erry mengaku telah mendiami rumah tersebut sejak 1987. Tapi, anggota DPR dikabarkan kurang percaya dengan pengakuan istri Erry, mengingat Erry adalah mantan Direktur Utama PT Timah. Sementara rumah tersebut dinilai amat sederhana.
Menyoal pencalonan suaminya sebagai pimpinan KPK, istri Erry mengaku awalnya dia tidak setuju. Namun dia akhirnya bisa memahami setelah Erry menjelaskan tujuan dan misi dari lembaga tersebut. "Jujur, saya semula tidak setuju," jelas istri Erry.
Dari kediaman Erry, Wakil Rakyat melanjutkan kunjungan ke rumah Sjahruddin Rasul di Jalan Percetakan Negara Nomor D-47, Jakarta Pusat. Namun oleh mantan Deputi Akuntabilitas Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan itu, anggota Komisi II disambut di sebuah rumah makan yang berada di sebelah rumahnya. Menurut Asrah, istri Sjahruddin, mereka baru tinggal enam bulan di rumah itu. Rumah mereka yang sebenarnya berada di Kompleks Departemen Keuangan Rawasari, Jakpus dan saat ini sedang direnovasi.
Sementara anggota Komisi II DPR lainnya, Tri Media Panjaitan dan La Ode Jeno mengunjungi rumah Marsilam Simanjuntak. Mantan Jaksa Agung itu menempati rumah sebuah mewah di Perumahan Tanah Mas Blok F Nomor 68, Kayu Putih, Jaktim. Seperti saat di rumah Erry, anggota Dewan pun melihat-lihat kondisi rumah bekas Sekretaris Kabinet era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.
Di sela-sela peninjauan itu, Tri Media menilai, Marsilam tidak memiliki catatan buruk. Menurut Tri, mantan Menteri Kehakiman itu pun bahkan telah menyatakan siap melepas jabatan komisaris di PT Garuda dan Musima Nusantara apabila kelak terpilih sebagai pimpinan atau anggota KPK.
Di tempat lain, lima anggota Komisi II, seperti Muhammad Al Amin dan Zain Bajeber juga mendatangi rumah calon anggota KPK lainnya yakni Iskandar Sonhaji. Kepada anggota Dewan, Iskandar mengaku rumah di Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini adalah warisan. Iskandar sendiri mengaku memiliki tiga buah rumah, dua di Tangerang, Banten dan satu di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kunjungan ini, anggota Dewan juga menyerahkan surat undangan untuk melaksanakan fit and proper test kepada masing-masing calon.
Seperti diberitakan sebelumnya, Marsilam dan Erry Riyana terpilih sebagai dua dari sepuluh calon ketua KPK. Keduanya lolos setelah mengikuti serangkaian tes yang digelar panitia seleksi. Sepuluh calon pendekar pemberantas korupsi tersebut telah diserahkan kepada Presiden Megawati Sukarnoputri dan akan kembali digodok DPR sampai menjadi lima orang [baca: Sepuluh Calon Pendekar Pembasmi Korupsi Lolos Seleksi]. Calon lainnya, antara lain Mohamad Yamin dan Inspektur Jenderal Polisi Momo Kelana.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Anggota Komisi II DPR yang mendatangi rumah Erry adalah Sterra Piettersz, Djasri Marin, dan Radja Roesli. Kepada anggota Dewan, istri Erry mengaku telah mendiami rumah tersebut sejak 1987. Tapi, anggota DPR dikabarkan kurang percaya dengan pengakuan istri Erry, mengingat Erry adalah mantan Direktur Utama PT Timah. Sementara rumah tersebut dinilai amat sederhana.
Menyoal pencalonan suaminya sebagai pimpinan KPK, istri Erry mengaku awalnya dia tidak setuju. Namun dia akhirnya bisa memahami setelah Erry menjelaskan tujuan dan misi dari lembaga tersebut. "Jujur, saya semula tidak setuju," jelas istri Erry.
Dari kediaman Erry, Wakil Rakyat melanjutkan kunjungan ke rumah Sjahruddin Rasul di Jalan Percetakan Negara Nomor D-47, Jakarta Pusat. Namun oleh mantan Deputi Akuntabilitas Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan itu, anggota Komisi II disambut di sebuah rumah makan yang berada di sebelah rumahnya. Menurut Asrah, istri Sjahruddin, mereka baru tinggal enam bulan di rumah itu. Rumah mereka yang sebenarnya berada di Kompleks Departemen Keuangan Rawasari, Jakpus dan saat ini sedang direnovasi.
Sementara anggota Komisi II DPR lainnya, Tri Media Panjaitan dan La Ode Jeno mengunjungi rumah Marsilam Simanjuntak. Mantan Jaksa Agung itu menempati rumah sebuah mewah di Perumahan Tanah Mas Blok F Nomor 68, Kayu Putih, Jaktim. Seperti saat di rumah Erry, anggota Dewan pun melihat-lihat kondisi rumah bekas Sekretaris Kabinet era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.
Di sela-sela peninjauan itu, Tri Media menilai, Marsilam tidak memiliki catatan buruk. Menurut Tri, mantan Menteri Kehakiman itu pun bahkan telah menyatakan siap melepas jabatan komisaris di PT Garuda dan Musima Nusantara apabila kelak terpilih sebagai pimpinan atau anggota KPK.
Di tempat lain, lima anggota Komisi II, seperti Muhammad Al Amin dan Zain Bajeber juga mendatangi rumah calon anggota KPK lainnya yakni Iskandar Sonhaji. Kepada anggota Dewan, Iskandar mengaku rumah di Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini adalah warisan. Iskandar sendiri mengaku memiliki tiga buah rumah, dua di Tangerang, Banten dan satu di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kunjungan ini, anggota Dewan juga menyerahkan surat undangan untuk melaksanakan fit and proper test kepada masing-masing calon.
Seperti diberitakan sebelumnya, Marsilam dan Erry Riyana terpilih sebagai dua dari sepuluh calon ketua KPK. Keduanya lolos setelah mengikuti serangkaian tes yang digelar panitia seleksi. Sepuluh calon pendekar pemberantas korupsi tersebut telah diserahkan kepada Presiden Megawati Sukarnoputri dan akan kembali digodok DPR sampai menjadi lima orang [baca: Sepuluh Calon Pendekar Pembasmi Korupsi Lolos Seleksi]. Calon lainnya, antara lain Mohamad Yamin dan Inspektur Jenderal Polisi Momo Kelana.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)