IHSG Rontok, BI Diminta Turun Tangan

Kepala Plt Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menyatakan pelemahan IHSG hari ini merupakan tren moneter dan fiskal.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 27 Agu 2013, 19:43 WIB
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini merupakan tren moneter dan fiskal.

"Ini tren moneter dan fiskal. Jadi harus ada respon kebijakan dari dua sisi, tidak bisa hanya salah satunya," ungkap dia saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/2013).

Bambang berharap, Bank Indonesia (BI) dapat merilis kebijakan yang tepat untuk menjawab memburuknya pasar keuangan beberapa pekan terakhir.

"Mudah-mudahan dari BI ada kebijakan yang lebih langsung menjawab apa yang terjadi di pasar akhir-akhir ini. Pokoknya yang terjadi hari ini harus direspon," paparnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta supaya pelemahan ini tidk disikapi dengan kepanikan dan spekulasi.

"Jangan ada kepanikan dan spekulasi untuk menjaga ekonomi. Tapi saya tidak bisa bicara dari sisi moneter, karena kebijakan fiskal kami akan jalankan dengan baik supaya memberi pengaruh besar kepada penekanan defisit transaksi berjalan," tandas dia.

Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan saham hari ini, IHSG terjun bebas 152,82 poin (3,71%) ke level 3.967,84. Posisi IHSG ini merupakan yang terendah dialami IHSG. Terakhir kali, IHSG berada di bawah level 4.000 terjadi pada 9 Juli 2012 yaitu di posisi 3.985,04.

Indeks tergiring masuk level terendah setelah 278 emiten dilanda tekanan aksi jual yang membuat harga saham terkoreksi. Hanya 33 emiten saja yang sanggup menguat di level hijau sementara 37 lainnya masih bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan kali ini mencapai 147.827 kali dengan volume mencapai 5,19 miliar. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 5,45 triliun. (Fik/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya