IHSG Merosot 3,76% pada Sesi Pertama, Seluruh Sektor Saham Tertekan

Sebanyak 682 saham memerah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan saham, Senin, (18/5/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Mei 2026, 12:41 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi pertama perdagangan saham Senin, (18/5/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi pertama perdagangan saham Senin, (18/5/2026). IHSG hari ini meninggalkan posisi 6.500 di tengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan seluruh sektor saham melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 3,76% menjadi 6.470,34. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,06% menjadi 637,77. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.631,28 dan terendah 6.398,78. Sebanyak 682 saham melemah sehingga bebani IHSG. 84 saham menguat dan 52 saham diam di tempat. Ttoal frekuensi perdagangan saham 1.728.389 kali dengan volume perdagangan saham 21,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.671. Seluruh sektor saham tertekan.

Sektor saham energi melemah 3,36%, sektor saham basic turun 8,14%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri tergelincir 4,79%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,6%, sektor saham consumer siklikal   merosot 3,44% dan sektor saham kesehatan terpangkas 3,84%.

Selain itu, sektor saham keuangan turun 3,8%, sektor saham properti susut 2,96%, sektor saham teknologi melemah 2,84%, sektor saham infrastruktur terpangkas 4,16% dan sektor saham transportasi tergelincir 6,11%.

Pada sesi pertama perdagangan saham, saham KLBF terpangkas 1,76% menjadi Rp 835 per saham. Harga saham KLBF dibuka stagnan di Rp 850 per saham. Saham KLBF berada di level tertinggi Rp 850 dan terendah Rp 816 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.203 kali dengan volume perdagangan saham 457.434 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37,9 miliar.

Gerak Saham

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham VKTR melemah 5,81% menjadi Rp 810 per saham. Saham VKTR dibuka turun 15 poin menjadi Rp 845 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 860 per saham. Harga saham VKTR berada di level tertinggi Rp 860 dan terendah Rp 780 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.011 kali dengan volume perdagangan saham 366.556 saham. Nilai transaksi Rp 29,8 miliar.

Harga saham BREN ditutup 1,88% ke posisi Rp 3.140 per saham. Harga saham BREN dibuka melemah ke Rp 2.970 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.200 per saham. Saham BREN berada di level tertinggi Rp 3.140 dan level terendah Rp 2.880 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.863 kali dengan volume perdagangan saham 592.960 saham. Nilai transaksi Rp 176,5 miliar.

Harga saham TPIA terpangkas 14,88% menjadi Rp 3.660 per saham. Saham TPIA dibuka turun menjadi Rp 3.700 dari penutupan sebelumnya Rp 4.300 per saham. Harga saham TPIA berada di level tertinggi Rp 3.890 dan terendah Rp 3.660 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.334 kali dengan volume perdagangan saham 475.707 saham. Nilai transaksi Rp 175,5 miliar.

Top Gainers-Losers

Pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ASII naik 1,3%
  • Saham MEDC naik 1,27%
  • Saham ITMG naik 0,73%
  • Saham MAPI naik 0,68%
  • Saham JPFA naik 0,39%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham AMMN merosot 14,86%
  • Saham MDKA merosot 12,09%
  • Saham INCO merosot 10,64%
  • Saham HRTA merosot 10,53%
  • Saham ANTM merosot 10%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BMRI senilai Rp 824,2 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 700,5 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 669 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 599,8 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 471 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham WBSA tercatat 101.160 kali
  • Saham BIPI tercatat 74.304 kali
  • Saham ANTM tercatat 57.898 kali
  • Saham BBRI tercatat 57.020 kali
  • Saham BMRI tercatat 50.754 kali

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya