Sandiaga Dorong Emak-Emak Buka Peluang Usaha Lewat AI

Sandiaga meyakini, peningkatan kapasitas perempuan bukan sekadar menambah keterampilan, melainkan langkah strategis untuk membangun usaha yang mandiri.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 15 Mei 2026, 21:49 WIB
Sebanyak 43 emak-emak rumah tangga membuka peluang usaha dengan belajar membuat Fruit Tartlet dan Dubai Cookies dalam tema pelatihan Perempuan Berdaya di GadeSpace, Lempuyangan, Yogyakarta (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 43 emak-emak rumah tangga membuka peluang usaha dengan belajar membuat Fruit Tartlet dan Dubai Cookies. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama Sahabat Sandi dalam tema pelatihan Perempuan Berdaya di GadeSpace, Lempuyangan, Yogyakarta.

“Pelatihan tersebut menjadi upaya mendorong perempuan pelaku UMKM agar terus berkembang dan naik kelas,” ujar Founder YIS, Sandiaga Uno, Jumat (15/5/2026).

Menurut Sandiaga, ada nilai tambah dalam pelatihan peluang usaha tersebut. Mereka turut diajarkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yakni ChatGPT untuk membantu ide bisnis dan pembuatan konten promosi.

“Peserta juga langsung mempraktikkan pembuatan poster promosi produk berdasarkan hasil dari ChatGPT,” ujar Sandiaga.

Sandiaga meyakini, peningkatan kapasitas perempuan bukan sekadar menambah keterampilan, melainkan langkah strategis untuk membangun usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Perempuan harus berani mandiri secara ekonomi dan percaya bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama untuk mengembangkan usaha," dorong dia.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah menghadapi tantangan usaha. Selain itu, Sandiaga berpesan, membangun relasi dan menjaga jejaring menjadi salah satu kunci penting dalam mengembangkan bisnis.

"Peluang rezeki bisa datang dari siapa saja dan dari hubungan baik yang terus dijaga," yakin Sandiaga.

 

Berdaya Secara Ekonomi

Dirinya menilai, perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memberikan dampak besar bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. Termasuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, perempuan yang memiliki usaha mandiri juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, salah satu peserta bernama Emy bahkan langsung memperoleh pesanan sebanyak 370 pieces produk dengan harga Rp 12.000 per buah. Dari pesanan tersebut, Emy diperkirakan memperoleh total pendapatan sebesar Rp 4.440.000.

"Emy menjadi bukti, peluang usaha bisa datang dari mana saja apabila kita berjejaring, berusaha," pungkas Sandiaga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya