Liputan6.com, Mentawai: Jika sakit, orang biasanya pergi ke dokter atau ke ahli pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit. Namun berbeda dengan masyarakat di pedalaman Kepulauan Mentawai, Kecamatan Siberut Selatan, Kapubaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun SCTV baru-baru ini, orang Mentawai hanya mengenal Sikerei untuk menyembuhkan segala penyakit.
Sikerei adalah sebutan masyarakat pedalaman Mentawai untuk dukun pengobatan tradisional. Pada Sikerei inilah warga pedalaman Mentawai menggantungkan kesehatan dan kesembuhan mereka dari berbagai macam penyakit. Selain pandai mengobati, seorang Sikerei juga harus pandai menari. Sebab, dengan menarilah Sikerei baru dapat mengobati sang pasien.
Hal pertama yang disiapkan untuk pengobatan adalah ramuan obat-obatan yang dibuat dari daun-daunan yang diambil dari hutan. Setelah itu prosesi pengobatan dimulai dan Sikerei pun mulai menari. Saat kendang ditabuh dan musik dimainkan, Sikerei memanggil roh-roh nenek moyang sambil menari. Melalui roh yang masuk ke tubuh Sikerei inilah pasien kemudian diobati.
Menurut Tajui Lebok, seorang Sikerei setempat, tarian untuk prosesi pengobatan selalu sama, yaitu Tari Burung Bercinta. Sedangkan untuk upacara adat, seperti menyambut tamu atau ingin mendapat menantu, tarian yang dipakai adalah Tari Beruk atau Tari Kera.(LIA/Denni Risman)
Sikerei adalah sebutan masyarakat pedalaman Mentawai untuk dukun pengobatan tradisional. Pada Sikerei inilah warga pedalaman Mentawai menggantungkan kesehatan dan kesembuhan mereka dari berbagai macam penyakit. Selain pandai mengobati, seorang Sikerei juga harus pandai menari. Sebab, dengan menarilah Sikerei baru dapat mengobati sang pasien.
Hal pertama yang disiapkan untuk pengobatan adalah ramuan obat-obatan yang dibuat dari daun-daunan yang diambil dari hutan. Setelah itu prosesi pengobatan dimulai dan Sikerei pun mulai menari. Saat kendang ditabuh dan musik dimainkan, Sikerei memanggil roh-roh nenek moyang sambil menari. Melalui roh yang masuk ke tubuh Sikerei inilah pasien kemudian diobati.
Menurut Tajui Lebok, seorang Sikerei setempat, tarian untuk prosesi pengobatan selalu sama, yaitu Tari Burung Bercinta. Sedangkan untuk upacara adat, seperti menyambut tamu atau ingin mendapat menantu, tarian yang dipakai adalah Tari Beruk atau Tari Kera.(LIA/Denni Risman)