Swiss Tak Sudi Jual Lift Ski untuk `Propaganda` Kim Jong-un

Pemerintah memblokir kesepakatan yang dilaporkan bernilai 7 juta franc Swiss atau kurang lebih Rp 79,5 miliar

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 20 Agustus 2013, 12:10 WIB
Mimpi pemimpin belia Korea Utara Kim Jong-un untuk membangun sebuah resort ski mendapat banyak ganjalan. Tak cuma hujan deras dan tanah longsor yang menghambat kerja tentara yang dikerahkan untuk merampungkan resor ski Masik akhir tahun ini, tapi juga persoalan lift.

Pemerintah Swiss memblokir kesepakatan kesepakatan untuk menjual lift ski "top-notch" alias berkualitas tinggi ke Korut.

Perusahaan Swiss, Bartholet Maschinenbau (BMF) awalnya dilaporkan setuju untuk menjual lift kursi mekanik dan kereta kabel ke Pyongyang untuk membantu memenuhi visi Kim Jong-un membuat resort ski "kelas dunia" -- untuk menandingi apa yang dimiliki negeri tetangga, Korsel yang bakal jadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 2018.

Namun, Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi Swiss (SECO) memblokir kesepakatan itu, yang dilaporkan bernilai 7 juta franc Swiss atau kurang lebih Rp 79,5 miliar -- setelah Pemerintah Swiss pada awal Juli lalu memperluas sanksi terhadap Korut.

Membenarkan laporan akhir pekan yang dikeluarkan media SonntagsZeitung, juru bicara SECO, Marie Avet menjelaskan, mengapa penjualan peralatan untuk proyek di Puncak Masik di timur laut Korut itu dikenakan sanksi terkait ekspor barang mewah ke negara itu.

"Proyek itu jelas propaganda bergengsi yang dilakukan rezim," kata dia seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (20/8/2013). Marie menambahkan, menilai dari situsi ekonomi-politik Korut, "tak dapat dibayangkan bahwa resor ini akan digunakan oleh masyarakat umum."

Maka dari itu, pemerintah Swiss, "menganggap tidak pantas untuk perusahaan Swiss untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut," kata Marie.

Berdasarkan laporan koran Swiss, Le Temps, penyedia lift ski terkemuka dunia, Austrian Doppelmayr, sebelumnya menolak pesanan Korut dengan "alasan politis". Demikian juga dengan French Pomagalski.

Lepas dari persoalan lift, Korut punya kaitan tak langsung dengan Swiss. Kim Jong-un yang pernah menempuh pendidikan menengah di dekat Bern, Swiss, tanpa mengungkap identitas sebenarnya, dilaporkan belajar main ski di sana.

Sementara, resor ski Masik gencar dipromosikan oleh mesin propaganda Korut sejak Kim Jong-un mengunjunginya pada Juni lalu dan menyatakan fasilitas seluas 110 kilometer yang terdiri dari multi-level ski, sebuah hotel, helipad, dan kereta kabel, harus diselesaikan pada akhir tahun. (Ein/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya