TNI Harus Segera Menanggalkan Dwifungsi

<I>Dwifungsi TNI dianggap sebagai salah satu pemicu disintegrasi sosial dan bangsa. Untuk mencegah hal tersebut, militer harus segera menanggalkan peran ganda mereka.</I>

oleh Liputan6Diterbitkan 14 September 2000, 14:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Untuk kesekian kalinya, dwifungsi Tentara Nasional Indonesia digugat. Kali ini, gugatan tentang peran ganda serdadu Tanah Air itu datang dari Sosiolog Profesor Dr Selo Soemardjan. Selo menilai, peran ganda TNI telah menjadi salah satu penyebab disintegrasi negara dan sosial.

Pernyataan tersebut dikemukakan Selo dalam sebuah seminar yang berlangsung Rabu, (13/9), di Jakarta. Menurut Selo, untuk mengurangi risiko terjadinya perpecahan antarwarga bangsa, militer harus meninggalkan peran sosial dan politiknya.

Sebenarnya, ditambahkan Selo, selain soal dwifungsi TNI, ketidakadilan sosial pemerintah dan bentuk dominasi golongan atau suku terhadap sebagian masyarakat juga menjadi pemicu keresahan. Bahkan, bisa pula menimbulkan kegelisahan yang luas sekaligus mendalam,sehingga keinginan untuk memisahkan diri berkembang seperti sekarang. Dengan meninggalkan dwifungsi, menurut Selo, kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa dapat diminimalisir.(Fahmi Ihsan dan Yoseph)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya