Liputan6.com, Jakarta: Untuk kesekian kalinya, dwifungsi Tentara Nasional Indonesia digugat. Kali ini, gugatan tentang peran ganda serdadu Tanah Air itu datang dari Sosiolog Profesor Dr Selo Soemardjan. Selo menilai, peran ganda TNI telah menjadi salah satu penyebab disintegrasi negara dan sosial.
Pernyataan tersebut dikemukakan Selo dalam sebuah seminar yang berlangsung Rabu, (13/9), di Jakarta. Menurut Selo, untuk mengurangi risiko terjadinya perpecahan antarwarga bangsa, militer harus meninggalkan peran sosial dan politiknya.
Sebenarnya, ditambahkan Selo, selain soal dwifungsi TNI, ketidakadilan sosial pemerintah dan bentuk dominasi golongan atau suku terhadap sebagian masyarakat juga menjadi pemicu keresahan. Bahkan, bisa pula menimbulkan kegelisahan yang luas sekaligus mendalam,sehingga keinginan untuk memisahkan diri berkembang seperti sekarang. Dengan meninggalkan dwifungsi, menurut Selo, kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa dapat diminimalisir.(Fahmi Ihsan dan Yoseph)
Pernyataan tersebut dikemukakan Selo dalam sebuah seminar yang berlangsung Rabu, (13/9), di Jakarta. Menurut Selo, untuk mengurangi risiko terjadinya perpecahan antarwarga bangsa, militer harus meninggalkan peran sosial dan politiknya.
Sebenarnya, ditambahkan Selo, selain soal dwifungsi TNI, ketidakadilan sosial pemerintah dan bentuk dominasi golongan atau suku terhadap sebagian masyarakat juga menjadi pemicu keresahan. Bahkan, bisa pula menimbulkan kegelisahan yang luas sekaligus mendalam,sehingga keinginan untuk memisahkan diri berkembang seperti sekarang. Dengan meninggalkan dwifungsi, menurut Selo, kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa dapat diminimalisir.(Fahmi Ihsan dan Yoseph)