Warga Jakarta Mudik, Pendapatan Sopir Taksi Turun Drastis

Pendapatan pengemudi taksi di saat menjelang lebaran merosot tajam akibat berkurangnya penumpang yang mulai mudik ke kampung halaman.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 06 Agustus 2013, 12:31 WIB
Pendapatan pengemudi taksi di saat menjelang lebaran merosot tajam akibat berkurangnya jumlah penumpang yang menggunakan armada ini. Hal itu disebabkan banyaknya warga Jakarta yang mudik demi merayakan lebaran di kampung halaman.

"Pasti turun kalau mengenai pendapatan, setiap tahunnya seperti itu kok. Kenapa turun? Karena penumpangnya banyak yang mudik. Itu yang menyebabkan turun pendapatan kami," ungkap Sopir Taksi Blue Bird, Sukirno saat ditemui Liputan6.com, Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Pria berusia 58 tahun itu menjelaskan, pendapatan bersih yang diterima untuk di bawa ke rumah menjelang lebaran di bawah Rp 150 ribu.  Sementara pada hari normal ia bisa menyetor sekitar Rp 200 ribu per hari.

"Total yang kami dapatkan sebelum bulan puasa biasanya lebih besar. Tapi masih syukurlah, masih ada rezeki yang dibawa ke rumah," ungkap Pria asal Solo, Jawa Tengah.

Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu tidak terlalu berpengaruh bagi Sukirno, karena manajemen taksi Blue Bird memberikan subsidi bahan bakar untuk kegiatan operasional.

Ayah tiga anak ini mengaku profesinya sebagai sopir taksi cukup membantu untuk menghidupi keluarganya. Dia telah berhasil menyekolahkan anaknya hingga menyelesaikan bangku kuliah.

"Selama masih bisa bekerja keras, maka lakukan. Itu yang saya tanamkan kepada anak-anak saya, dimana pun ia berada, untuk sekolah, bekerja dan berteman dengan orang banyak," tegasnya. (Dis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya