Liputan6.com, Tegal: Wabah virus tetelo yang menyerang ayam pedaging di Jawa Tengah meluas hingga Tegal dan sekitarnya. Alhasil, peternak terpaksa menjual ayam yang tersisa dengan harga murah. Langkah ini dilakukan peternak agar kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah tak semakin besar.
Seorang peternak ayam di Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, mengaku, penyakit tetelo atau yang biasa disebut kok memang menyerang peternakan di Tegal hampir saban tahun. Biasanya penyakit ini datang bersamaan dengan musim hujan. Namun serangan tahun ini tercatat yang terparah dengan jumlah ayam yang mati mencapai rata-rata 40 persen.
Virus tetelo umumnya menyerang ayam usia 25-30 hari. Jika sudah menyerang, virus mematikan ini dipastikan akan memusnahkan sekitar 90 persen ayam. Setidaknya sejumlah peternakan ayam di Jateng sudah terserang virus ini seperti di Banyumas [baca: Puluhan Peternak Ayam di Banyumas Gulung Tikar]. Virus ini bisa diberantas dengan biaya sangat tinggi.(MTA/Sugihartono dan Budi Harto)
Seorang peternak ayam di Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, mengaku, penyakit tetelo atau yang biasa disebut kok memang menyerang peternakan di Tegal hampir saban tahun. Biasanya penyakit ini datang bersamaan dengan musim hujan. Namun serangan tahun ini tercatat yang terparah dengan jumlah ayam yang mati mencapai rata-rata 40 persen.
Virus tetelo umumnya menyerang ayam usia 25-30 hari. Jika sudah menyerang, virus mematikan ini dipastikan akan memusnahkan sekitar 90 persen ayam. Setidaknya sejumlah peternakan ayam di Jateng sudah terserang virus ini seperti di Banyumas [baca: Puluhan Peternak Ayam di Banyumas Gulung Tikar]. Virus ini bisa diberantas dengan biaya sangat tinggi.(MTA/Sugihartono dan Budi Harto)