Liputan6.com, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 306,73 miliar. Dengan pembagian dividen itu, pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp 50 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (14/5/2026), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mendapatkan dividen tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Mei 2026. Dividen yang dibagikan itu berdasarkan data Keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 265,28 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 3,78 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 3,49 triliun.
Advertisement
Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 12 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 21 Mei 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 22 Mei 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 25 Mei 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 26 Mei 2026
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 25 Mei 2026, waktu: 16:00
- Tanggal pembayaran dividen pada 12 Juni 2026
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 13 Mei 2026, saham RALS melemah 0,44% menjadi Rp 454 per saham. Harga saham RALS dibuka turun dua poin menjadi Rp 454 per saham. Saham RALS berada di level tertinggi Rp 456 dan level terendah Rp 450 per saham. Total frekuensi perdagangan 985 kali dengan volume perdagangan saham 58.624 saham. Nilai transaksi Rp 2,6 miliar.
Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,98% menjadi 6.723,32. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,79% menjadi 657,88. Sebagian besar indeks saham acuan tergelincir.
IHSG berada di level tertinggi 6.787,34 dan level terendah 6.705,43. Sebanyak 416 saham tertekan sehingga bebani IHSG dan 239 saham menguat. 163 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.299.552 kali dengan volume perdagangan saham 38,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,8 triliun.
Ramayana Kantongi Pendapatan Rp 985,16 Miliar hingga Kuartal I 2026
Sebelumnya, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatat penurunan angka penjualan sekitar 14 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I 2026. Capaian itu membuat total pendapatan Ramayana turun 14 persen selama Januari-Maret 2026.
Mengutip laporan keuangan RALS yang diterbitkan Rabu (29/4/2026), penjualan barang beli putus turun menjadi Rp 699,67 miliar dari Rp 831,07 miliar pada kuartal I 2025.
Komisi penjualan konsinyasi pun merosot dari Rp 314,52 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp 285,49 miliar. Alhasil, total pendapatan Ramayana turun 14 persen secara year on year dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 985,16 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan barang beli putus turun dari Rp 574,79 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp 463,56 miliar. Dengan catatan itu, laba bruto RALS turun 8,62 persen dari Rp 570,81 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp 521,60 miliar di kuartal I 2026.
Ramayana pada kuartal pertama tahun ini juga mencatat penurunan beban penjualan Rp 25,49 miliar dari Rp 40,39 miliar. Senada, beban umum dan administrasi pun berkurang dari Rp 325,26 miliar menjadi Rp 305,20 miliar. Sementara pendapatan lainnya naik menjadi Rp 36,16 miliar dari Rp 35,73 miliar.
Sehingga, Ramayana mengantongi laba usaha senilai Rp 217,09 miliar pada kuartal I 2026, turun 9,87 persen dibandingkan laporan kuartal I 2025 sebesar Rp 240,88 miliar.
Dengan mempertimbangkan pendapatan keuangan, biaya keuangan, hingga beban pajak penghasilan, RALS mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 193,29 miliar pada kuartal I 2026. Turun 11,28 persen dari Rp 217,87 miliar pada kuartal I 2025.
Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 3,77 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 3,49 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 1,76 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,24 triliun. Aset naik menjadi Rp 5,53 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,76 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,19 triliun hingga 31 Maret 2026.
Emiten RALS Alihkan 203,51 Juta Saham Treasuri
Sebelumnya, manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memutuskan mengalihkan saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri kepada pemegang saham perseroan yakni PT Ramayana Makmursentosa.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (28/2/2026), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mengalihkan 203.513.800 saham treasuri dengan menjual di luar bursa efek.
Perseroan akan mengalihkan saham treasuri kepada Ramayana Makmursentosa mulai 27 Maret 2026. Saham treasuri ini merupkan hasil buyback pada 21 Agustus 2015-24 November 2015. Adapun hubungan afiliasi dengan perseroan, PT Ramayana Makmur Sentosa merupakan pemegang saham utama perseroan. PT Ramayana Makmur Sentosa bergerak di bidang real estate yang dimiliki sendiri atau yang disewakan, arena bermain, hotel bintang dan fasilitas lapangan.