50 Penumpang Kapal Pesiar Diduga Terjangkit Wabah Norovirus, Lebih dari 1.700 Orang Diisolasi

Kapal pesiar yang diduga menjadi tempat wabah norovirus itu kini berlabuh di Prancis.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 14 Mei 2026, 09:00 WIB
Ilustrasi kapal pesiar M/V Piano Land ( dok.unsplash/ Peter Hansen)

Liputan6.com, Jakarta - Belum usai penanganan wabah hantavirus, muncul kasus diduga wabah norovirus di kapal pesiar berbeda. Sekitar 50 penumpang menunjukkan gejala sakit di kapal pesiar Ambassador Cruise Line yang berlabuh di Bordeaux, Prancis.

Kapal itu diperkirakan mengangkut lebih dari dari 1.700 orang, termasuk awak kapal. Mereka yang berada di kapal telah diisolasi di dalam kapal, mulai Selasa, 12 Mei 2026, seperti dilaporkan media Inggris The Guardian dan The Times serta media Prancis France 24.

Mengutip People, Kamis (14/5/2026), sebagian besar dari 1.233 penumpang berasal dari Inggris atau Irlandia. Seorang juru bicara pemerintah Prancis mengonfirmasi kepada publikasi itu bahwa seorang pria Inggris berusia 92 tahun meninggal di kapal tersebut pada Senin, 11 Mei, karena serangan jantung.

"Pada tahap ini, belum ada kaitan yang terbukti dengan wabah gastroenteritis," kata juru bicara tersebut dalam pernyataan yang diterjemahkan.

Dalam siaran pers yang diterjemahkan, ARS Nouvelle-Aquitaine mengkonfirmasi bahwa kapten kapal Ambition mengatakan pada Selasa malam, 12 Mei 2026, bahwa sekitar 50 penumpang 'mengalami gejala yang sesuai dengan infeksi gastrointestinal akut'. Para penumpang tersebut segera diisolasi di kabin mereka dan menerima perawatan dari dokter kapal.

Tim medis telah dikirim ke kapal untuk mengambil sampel guna mengonfirmasi jenis patogen dan menilai risiko penularan, kata organisasi kesehatan tersebut. "Tidak ada alasan untuk menghubungkan wabah di atas kapal pesiar dari Belfast dan Liverpool ini dengan kasus hantavirus yang terdeteksi di MV Hondius," kata ARS Nouvelle-Aquitaine.

Perjalanan Kapal Pesiar yang Jadi Lokasi Wabah Norovirus

Ilustrasi kapal pesiar. (dok. Photo by Sheila Jellison on Unsplash)

Saat ini, petugas kesehatan merekomendasikan agar penumpang dan awak kapal menahan diri untuk tidak turun dari kapal dan membatasi interaksi dengan pelabuhan.

"Langkah-langkah ini bersifat sementara, proporsional, dan terus dievaluasi," kata badan tersebut. "Pembaruan lebih lanjut akan diberikan segera setelah hasil investigasi memperjelas situasi yang berkembang. Hasil tersebut diharapkan akan tersedia hari ini."

Kapal pesiar itu berangkat dari Kepulauan Shetland di Skotlandia pada 6 Mei 2026, dan singgah di Belfast dan Liverpool di Inggris, serta Brest di Prancis sebelum tiba di Bordeaux, seperti dilaporkan France 24. Kapal itu awalnya dijadwalkan menuju Spanyol.

Sementara itu, puluhan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius telah dievakuasi dari Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol usai kapal tersebut menjadi pusat wabah hantavirus. Proses pemulangannya dimulai pada Minggu, 10 Mei 2026, dan melibatkan penumpang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Kanada.

Pemulangan Penumpang MV Hondius

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan prosedur kesehatan ketat, termasuk penggunaan perlindungan khusus untuk mencegah potensi penularan. Tampak dalam foto, petugas kesehatan dengan perlengkapan pelindung tiba untuk mengevakuasi pasien dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di perairan sekitar pelabuhan Praia, Tanjung Verde, Rabu 6 Mei 2026. (AP Photo/Misper Apawu)

Warga Inggris termasuk kelompok pertama yang dipulangkan. Sebanyak 22 warga Inggris diterbangkan dengan pesawat sewaan dan mendarat di Manchester sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Mereka selanjutnya dibawa ke fasilitas karantina di Rumah Sakit Arrowe Park, Wirral, Merseyside.

Otoritas kesehatan Inggris menyatakan tidak ada penumpang asal Inggris yang menunjukkan gejala infeksi. Mereka akan menjalani pemantauan kesehatan selama 72 jam di apartemen terpisah sebelum melanjutkan isolasi mandiri selama 45 hari.

Penumpang asal Spanyol dievakuasi menggunakan prosedur ketat. Tim medis mengenakan pakaian pelindung lengkap saat memeriksa para penumpang sebelum mereka dibawa dengan bus menuju bandara Tenerife, dikutip dari laman The Guardian, Senin, 11 Mei 2026.

MV Hondius tiba di Kepulauan Canary pada Minggu dini hari dengan membawa total 146 orang. Selama beberapa hari terakhir, seluruh penumpang dan awak kapal dikurung di kabin masing-masing guna mencegah penyebaran virus. Pemerintah Spanyol dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan para penumpang tidak akan berkontak dengan masyarakat lokal di Tenerife selama proses pemulangan berlangsung.

 

Dipicu Hantavirus Strain Andes

Kapal pesiar MV Hondius saat berlabuh di perairan sekitar pelabuhan Praia, Tanjung Verde, Rabu 6 Mei 2026. Tiga orang yang terinfeksi hantavirus akhirnya berhasil dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius di Cape Verde, Tanjung Verde. (AP Photo/Misper Apawu)

Sebanyak 14 warga Spanyol telah tiba di Madrid pada Minggu malam. Penerbangan pemulangan lainnya juga disiapkan untuk penumpang asal Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, Kanada, Turki, Prancis, Irlandia, dan Amerika Serikat.

Pemerintah Prancis mengungkapkan satu dari lima warga negaranya yang dipulangkan menunjukkan gejala penyakit tersebut. Kelimanya langsung ditempatkan dalam isolasi ketat.

Di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial menyatakan satu dari 17 warga AS yang dipulangkan mengalami gejala ringan, sementara satu lainnya dinyatakan positif ringan melalui tes PCR untuk strain Andes. Itu adalah jenis hantavirus yang dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia melalui kontak sangat dekat.

Pemerintah Filipina, pemilik jumlah awak kapal terbanyak di atas kapal, menyebut terdapat 38 warga Filipina di MV Hondius. Sebanyak 24 orang di antaranya merupakan staf hotel dan pramugara kapal yang telah dipindahkan ke Belanda untuk menjalani karantina. Sementara itu, 14 awak lainnya tetap berada di kapal sebagai kru penting untuk membawa MV Hondius menuju Pelabuhan Rotterdam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya