Polisi Masih Menjaga Dua Kampung yang Bertikai

Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi tawuran susulan antara warga Tanjung Ratu dan Desa Gayau Sakti, Lampung Tengah. Tiga warga Gayau Sakti yang menderita luka bacok masih dirawat di RS Islam Lampung.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Oktober 2003, 19:04 WIB
Liputan6.com, Lampung Tengah: Sejumlah personel Kepolisian Resor Lampung Tengah, Kamis (23/10) ini masih berjaga-jaga di Desa Tanjung Ratu, Way Pengubuan dan desa tetangganya, Desa Gayau Sakti, Seputih Agung, Lampung Tengah. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan susulan, setelah ratusan warga Tanjung Ratu menyerang dan membakar 14 rumah--bukan 12 seperti yang diberitakan sebelumnya, Rabu sore kemarin.

Penyerangan dan pembakaran ini dipicu oleh tewasnya Hamzah alias Muin, warga Tanjung Ratu yang dihakimi warga karena diduga mencuri ayam. Peristiwa itulah yang kemudian berujung aksi serangan balasan. Sejauh ini, belum seorang pun warga yang ditahan atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Asal tahu saja, penyerangan warga Desa Tanjung Ratu itu berlangsung ketika penduduk Desa Gayau Sakti sedang ke kebun. Tiga orang warga Desa Gayau Sakti dilaporkan luka parah terkena bacokan dan kini masih dirawat di Rumah Sakit Islam Bandarjaya, Lampung. Selain itu, massa penyerang juga membakar sebanyak 14 rumah warga, satu unit kendaraan roda empat dan sepeda motor, serta sebuah musala [baca: Massa Dua Kampung di Lampung Bentrok].

Menurut Mustar, warga Gayau Sakti, massa datang menggunakan sejumlah truk saat penduduk tengah berada di kebun. Massa langsung membakar dan merusak rumah warga. Penduduk setempat tak ada yang berani melawan karena massa tadi bersenjatakan pedang, golok, kayu serta bensin. Massa diperkirakan mencapai 150-an orang. "Datang langsung, dor... dor... dor," kata Mustar, tanpa merinci maksud bunyi tersebut berasal dari senjata api.(DEN/Bisrie Merduani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya