Liputan6.com, Jakarta - Jelang Iduladha, kesehatan hewan kurban menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, jumlah pemotongan hewan kurban di Indonesia pada 2025 mencapai 2,26 juta ekor atau meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan karena kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih muncul di sejumlah wilayah.
Advertisement
"Karena itu, Human Initiative dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memperkuat kolaborasi dalam program Sebar Qurban 2026. Melalui kerja sama ini, kedua pihak ingin membantu masyarakat menjalankan kurban dengan hewan yang sehat, aman, dan sesuai syariat," ujar Ketua Umum PB PDHI Muhammad Munawaroh, Rabu (13/5/2026).
Dia menjelaskan, kolaborasi ini mencakup pendampingan peternak, pengecekan kesehatan hewan kurban, serta penguatan pemahaman masyarakat tentang penanganan daging qurban yang baik.
Human Initiative dan PDHI juga menjalankan quality control di sejumlah titik distribusi hewan kurban untuk menjaga kondisi hewan sebelum proses penyembelihan. Dalam kegiatan tersebut, Munawaroh hadir bersama Sekretaris Jenderal PB PDHI Andi Wijanarko, dan Bendahara I PB PDHI Ani Juwita Handayani.
Munawaroh menjelaskan, masyarakat perlu memilih hewan kurban yang sehat dan cukup umur sesuai syariat. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
"Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan qurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan kurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan," jelas dia.
Kelola Hewan Kurban
Sementara itu, GM Network Development Human Initiative Ferry Suranto menyampaikan, Human Initiative telah mengelola selama lebih dari 20 tahun dengan total lebih dari satu juta jiwa pemegang hak program.
Program ini, kata dia, bertujuan memfasilitasi ibadah kurban, menggerakkan peternak lokal, dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat.
"Tahun 2026 ini Human Initiative Insya Allah akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat," tandas Ferry.
Selain memastikan kesehatan hewan, Human Initiative dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia juga mendorong proses pemotongan yang bersih dan aman.
Panitia kurban perlu memisahkan daging dan jeroan, menjaga area pemotongan tetap higienis, serta memastikan distribusi berjalan dengan baik agar masyarakat menerima daging dalam kondisi layak konsumsi.
"Kebersamaan membuat langkah kebaikan terasa lebih berarti. Saat berbagai pihak bergerak bersama, manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberi dampak yang lebih luas," jelas dia.