Liputan6.com, Manila - Sebuah tembakan terdengar di kompleks Senat Filipina pada Rabu malam saat aparat berupaya menangkap Senator Ronald dela Rosa.
Ia menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, dikutip dari AP News, Rabu (13/5/2026).
Advertisement
Insiden tersebut disaksikan langsung oleh jurnalis Associated Press dan sejumlah saksi lain. Namun hingga kini belum diketahui penyebab tembakan maupun apakah ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Dela Rosa saat ini berada dalam perlindungan sejumlah senator sekutunya di gedung Senat ketika otoritas Filipina berusaha melakukan penangkapan. Ia diduga akan diserahkan kepada ICC setelah ditahan.
Pada Senin lalu, ICC membuka surat perintah penangkapan terhadap dela Rosa. Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina itu dikenal sebagai tokoh utama dalam pelaksanaan perang anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte yang menewaskan ribuan tersangka kasus narkoba.
Surat perintah yang pertama kali diterbitkan pada November itu menuduh dela Rosa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan terhadap “setidaknya 32 orang” dalam periode Juli 2016 hingga April 2018, saat ia memimpin kepolisian nasional di bawah pemerintahan Duterte.