Ignasius Jonan Mengundurkan Diri sebagai Komisaris Independen UNTR

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan menindaklanjuti pengunduran diri Ignasius Jonan sebagai komisaris independen sesuai ketentuan anggaran dasar.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Mei 2026, 15:30 WIB
PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan pengunduran diri komisaris Perseroan yakni Ignasius Jonan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan pengunduran diri komisaris Perseroan yakni Ignasius Jonan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (13/5/2026), manajemen PT United Tractors Tbk menyampaikan, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ignasius Jonan dari jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan.

“Perseroan akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Corporate Secretary PT United Tractors Tbk, Ari Setiyawan dalam keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, informasi atau fakta yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan. Namun, perseroan belum menyebutkan alasan pengunduran diri Ignasius Jonan sebagai komisaris independen.

Mengutip laman unitedtractors.com, Ignasius Jonan diangkat pertama kali sebagai Komisaris Independen perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 25 April 2025. Ia kembali diangkat melalui keputusan RUPST yang diselenggarakan apda 16 April 2026.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Citigroup Private Equity pada 1999-2001, Chief Executive Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia pada 2001-2006. Selain itu, Managing Director Citigroup Investment Banking pada 2006-2008, Chief Executive Officer (CEO) PT Kereta Api Indonesia pada 2009-2014, Menteri Perhubungan pada 2014-2016 dan Menteri ESDM pada 2016-2019.

Ia tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota direksi lainnya dan pemegang saham pengendali.

Ignasius Jonan menyelesaikan pendidikan di jurusan akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga  pada 1986. Ia melanjutkan pendidikan di Fletcher School of Law and Diplomacy, International Relations and Affairs untuk memperoleh gelar Master of Arts pada 2004.

Ia juga memiliki berbagai sertifikasi profesional, antara lain Certified Practising Accountant (CPA Australia) pada 2025, ASEAN Chartered Professional Accountant pada 2023, Chartered Accountant (CA) pada 2015, dan Certified Public Accountant (CPA) pada 2013.

Selain itu, ia mengikuti Oxford Leading Sustainable Corporations Programme di Said Business School, Oxford of University pada 2021, Senior Managers in Government Program di Harvard Kennedy School of Government pada 2000, serta Senior Executive Program di Columbia Business School pada 1999.

Kinerja 2025

PT United Tractors Tbk (UNTR) makin gencar melebarkan sayap pada bisnis non batu bara.

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba bersih sebesar Rp 14,81 triliun pada tahun buku 2025, turun dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 19,53 triliun.

Melansir laporan keuangan Perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026), pendapatan bersih perseroan turun menjadi Rp 131,30 triliun pada 2025 dari Rp 134,43 triliun pada 2024. Seiring itu, laba bruto ikut terkoreksi menjadi Rp 29,70 triliun dibandingkan Rp 33,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja juga dipengaruhi oleh kenaikan sejumlah beban operasional. Beban penjualan meningkat menjadi Rp 1,59 triliun dari Rp 1,05 triliun pada 2024. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp 6,04 triliun dari Rp 5,59 triliun.

Selain itu, perseroan mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp 256,23 miliar. Biaya keuangan tercatat Rp 2,63 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 2,65 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penghasilan keuangan sebesar Rp 1,24 triliun belum mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan biaya.

Laba per Saham

Komatsu, produk PT United Tractors Tbk (Foto: Laman United Tractors)

Dengan kombinasi penurunan pendapatan dan peningkatan beban tersebut, laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp 20,18 triliun dari Rp 25,89 triliun. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 5,01 triliun, laba tahun berjalan tercatat Rp 15,17 triliun, dengan Rp 366,33 miliar diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 mencapai Rp 177,64 triliun, naik dari Rp 169,48 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas tercatat Rp 74,50 triliun dan ekuitas sebesar Rp 103,14 triliun.

Laba per saham dasar dan dilusian tercatat Rp 4.082 per saham, turun dari Rp 5.378 per saham pada tahun sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya