Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (12/5/2026) mengunggah sebuah grafis peta Venezuela di platform Truth Social miliknya yang menampilkan sisipan bendera AS dan label "Negara Bagian ke-51".
Unggahan provokatif tersebut dipublikasikan ketika Trump sedang dalam perjalanan menuju China dan sehari setelah presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan bahwa negaranya tidak pernah mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian ke-51 AS.
Advertisement
Sebelumnya pada Senin (11/5), Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menjadikan negara Amerika Selatan tersebut sebagai negara bagian baru, setelah selama berbulan-bulan menyatakan bahwa dirinya mengendalikan negara kaya minyak tersebut.
Rodriguez, di sisi lain, telah memimpin proses mencairnya hubungan dengan AS sejak mengambil alih pemerintahan negara tersebut. Ia meloloskan reformasi yang kembali membuka sektor pertambangan dan minyak Venezuela bagi perusahaan asing, terutama dari AS.
Pihak oposisi Venezuela menuntut diadakannya pemilu, sementara Rodriguez — ketika ditanya pada 1 Mei mengenai kemungkinan pemungutan suara baru — mengatakan bahwa ia "tidak tahu" dan bahwa hal itu akan terjadi "suatu saat nanti".