Polemik LCC Empat Pilar Berujung Penonaktifan Juri, Kawendra DPR Angkat Bicara

Sebagai bentuk dukungan moral, Kawendra meminta Ketua DPW Gekrafs Kalbar berkoordinasi dengan tim dari SMAN 1 Pontianak guna memberikan hadiah.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 Mei 2026, 17:54 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Polemik penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat menjadi perhatian publik. Anggota Komisi VI DPR, Kawendra Lukistian, turut angkat bicara dan mengapresiasi langkah pimpinan MPR RI yang menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) dalam perlombaan tersebut.

Kawendra menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, atas respons cepat terhadap polemik yang berkembang di masyarakat.

“Apreasiasi untuk Pimpinan MPR, Abcandra Akbar yang telah mendorong penonaktifan Dewan Juri, serta MC dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar yang menjadi Polemik beberapa waktu ini,” kata Kawendra, Selasa (12/5/26).

Ia juga menilai peserta dari SMAN 1 Pontianak telah memberikan jawaban yang benar dalam salah satu sesi final lomba. Namun, menurutnya, jawaban tersebut justru dianulir oleh dewan juri.

“Harus fair kita akui, bahwa adik-adik dari SMAN 1 Pontianak sudah memberikan jawaban yang benar terlebih lebih dulu. Tapi malah dianulir oleh Dewan Juri,” lanjutnya.

Sebagai bentuk dukungan moral kepada para peserta, Kawendra mengaku telah meminta Ketua DPW Gekrafs Kalimantan Barat untuk berkoordinasi dengan tim dari SMAN 1 Pontianak guna memberikan hadiah apresiasi.

“Untuk itu saya telah meminta Ketua DPW Gekrafs Kalbar agar berkoordinasi dengan para peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak, untuk memberikan hadiah apresiasi bagi mereka. Karena mereka adalah generasi penerus yang harus dijaga terus optimismenya,” ujarnya.

 

Juri Lomba Cerdas Cermat Dinonaktifkan, MPR Akui Ada Kelalaian

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/26) (Tangkapan layar YouTube/MPRGOID)

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengambil langkah tegas menyusul polemik lomba cerdas cermat (LCC) empat pilar di Provinsi Kalimantan Barat yang mendadak viral. Dewan juri lomba cerdas cermat dinonaktifkan.

Keputusan itu disampaikan MPR melalui akun instragram resminya. Untuk diketahui, juri dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.

Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR Ri telan menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis MPR seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (12/5/2026).

MPR mengakui, kegiatan pendidikan dan pembinaan generasai muda, termasuk lomba cerdas cermat empat pilar, harus menunjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif.

“MPR Rl akan melakukan evakuasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban,”

Dari peristiwa itu, MPR mengapresiasi sikap murid SMA 1 Pontianak yang berani menyampaikan pendapatnya kepada juri.

“MPR juga mengapresiasi kepada seluruh peserta, guru dan pendamping, Panitia daerah serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar,” jelas MPR.

MPR menerima masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan benntegritas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya