Oditur Militer Sambangi RSCM, Jenguk Andrie Yunus?

Kunjungan pihak oditurat ini dilakukan di tengah proses sidang militer perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 Mei 2026, 10:43 WIB
Kunjungan pihak oditurat ini dilakukan di tengah proses sidang militer perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Oditur Militer II-07 Jakarta menyambangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Di sana pula Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus masih menjalani perawatan usai menjadi korban penyiraman air keras.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (12/5/2026), pihak oditurat tiba di lobi Kencana RSCM sekitar pukul 09.50 WIB. Terlihat sebanyak empat orang dari pihak oditurat datang dengan mengenakan seragam pakaian dinas lapangan (PDL) motif loreng.

Dari empat orang tersebut, oditur yang dapat dikenali di antaranya Letkol CHK Mohammad Iswadi dan Mayor CHK Washington Marpaung.

Kunjungan pihak oditurat ini dilakukan di tengah proses sidang militer perkara penyiraman air keras oleh empat terdakwa anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI terhadap Andrie Yunus.

Meski begitu, belum diketahui pasti maksud dari kedatangan pihak oditurat di RSCM, Jakarta Pusat tersebut.

 

Belum Mau Ditemui Siapapun

Sebagai informasi, empat oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia, yang diduga berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS), menjadi terdakwa terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, adalah Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Letnan Satu Sami Lakka (SL) dan Sersan Dua Edi Sudarko (ES). Tampak dalam foto, seorang personel Polisi Militer (paling kiri) mengawal empat oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sami Lakka, Nandala Dwi Prasetya, Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, dan Edi Sudarko (kiri ke kanan), terdakwa penyerangan cairan asam terhadap aktivis Hak Asasi Manusia, Andrie Yunus, usai persidangan mereka di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu 29 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Terpisah, Advokat dan perwakilan dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Airlangga Julio mengatakan Andrie Yunus saat ini masih menolak untuk dijenguk oleh siapapun dari institusi TNI.

“Ya tidak bersedia untuk dikunjungi oleh siapa pun yang berasal dari institusi TNI,” kata Airlangga saat ditemui di Gedung Kencana RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Menurut Airlangga, jika oditur datang maka pihaknya akan menyampaikan soal tidak bersedianya Andrie Yunus dijenguk oleh pihak oditurat.

“Kembali ya kepada kesediaan korban dan klien kami yaitu Andrie Yunus. Kami akan sampaikan Andrie Yunus tidak berkenan untuk bertemu,” ucap Airlangga.

“Lalu kalau korban tidak berkenan sebagai pasien yang memaksa masuk itu jadinya oditur militer. Bukan kami yang menghadang,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya