Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah IHSG mendapat tekanan besar hingga akhirnya masuk ke zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke level 6.946,84 dari penutupan sebelumnya di posisi 6.905,62. Akan tetapi, pada pukul 09.38 WIB, IHSG berbalik melemah 1,12% ke level 6.828,03.
Advertisement
Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut tertekan dengan turun 0,93% menjadi 662,50. Mayoritas indeks saham acuan tercatat bergerak di zona merah.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.977,28 dan level terendah di 6.818,01.
Pergerakan saham menunjukkan tekanan masih mendominasi pasar. Sebanyak 182 saham menguat, namun belum mampu menahan IHSG tetap berada di zona hijau. Sementara itu, 296 saham melemah dan 146 saham lainnya stagnan.
Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 616.477 kali transaksi dengan volume perdagangan sebesar 8,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp3,2 triliun.
Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.495.
Dari 11 sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia, hanya sektor transportasi yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 2,07%.
Sebaliknya, sektor industri menjadi sektor dengan pelemahan terbesar setelah turun 3,26%, disusul sektor infrastruktur yang melemah 2,56%.
IHSG Diprediksi Menguat
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Selasa, (11/5/2026). IHSG hari ini rawan koreksi ke posisi 6.645-6.838, dan jika menguat akan kembali menguji 6.972-7.012. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 0,92% ke 6.905 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun sempat break dari support krusial pada perdagangan saham Senin, 11 Mei 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2).
“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012,” ujar Herditya dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.838,6.745 dan level resistance 7.069,7.207.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.850-7.000 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness
Saham ANTM menguat 1,93% ke 3.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
“Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini berada di awwal wave C dari wave (C),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 3.640-3.700
Target Price: 3.890, 4.110
Stoploss: below 3.530
2.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) - Trading Buy
Saham KLBF terkoreksi 3,26% ke 890 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun berada di bawah MA20. Herditya menuturkan, saat ini, pihaknya memperkirakan posisi KLBF berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) dari wave [Y].
Trading Buy: 870-880
Target Price: 970, 1.010
Stoploss: below 850