Liputan6.com, Jakarta - AC Milan akan menjamu rival tangguh, Atalanta BC, di San Siro pada Senin (11/5/2026) pukul 01.45 WIB, dalam sebuah laga krusial Liga Italia. Pertandingan AC Milan vs Atalanta hadir datang di saat yang tidak tepat bagi Rossoneri, yang sedang berjuang keras untuk menemukan kembali performa terbaik mereka setelah rival sekota, Inter Milan, berhasil mengklaim gelar juara Serie A.
Laga ini diprediksi akan menjadi penentu penting bagi ambisi Milan untuk mengamankan posisi di Liga Champions musim depan.
Advertisement
Pertarungan antara Milan dan Atalanta bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga pertaruhan harga diri dan posisi di klasemen.
Milan harus segera bangkit dari keterpurukan untuk menghindari ancaman dari tim-tim lain yang mengincar posisi empat besar. Sementara itu, Atalanta juga berupaya keras untuk memperbaiki performa mereka yang sempat menurun di paruh kedua musim ini.
Performa AC Milan yang Menurun Drastis
Setelah menyaksikan Inter Milan mengunci gelar Serie A, AC Milan kini menghadapi tekanan besar untuk mengamankan tempat di Liga Champions. Rossoneri tergelincir lagi akhir pekan lalu, membuat posisi mereka di empat besar semakin tidak aman. Juventus, Roma, dan Como terus mendekat, menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi Milan di sisa musim ini.
Dalam 10 pertandingan liga terakhir, Milan telah menelan kekalahan di separuh laga tersebut, sebuah statistik yang mengkhawatirkan bagi tim sekelas mereka. Parahnya lagi, Milan hanya mampu mencetak satu gol dari lima pertandingan terakhir mereka, jumlah terendah dibandingkan tim lain sejak awal April. Penurunan performa ini terjadi setelah mereka berhasil mengalahkan Inter dalam Derby della Madonnina, yang justru diikuti oleh serangkaian hasil buruk.
Salah satu kemunduran terbaru adalah kekalahan 2-0 dari Sassuolo pekan lalu, di mana Domenico Berardi kembali menjadi momok bagi Rossoneri dengan mencetak gol pembuka. Situasi semakin diperparuh dengan diusirnya Fikayo Tomori di pertengahan babak pertama. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, Milan harus segera menemukan solusi untuk membalikkan keadaan di tengah kritik terhadap strategi 'Allegri-ball' yang dianggap terlalu negatif.