WHO Beri Peringatan ke 12 Negara Ini Terkait Penyebaran Hantavirus

Mana saja negara yang masuk dalam peringatan WHO?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 09 Mei 2026, 13:12 WIB
149 penumpang dan kru masih berada di atas kapal dan diisolasi di dalam kabin masing-masing sementara proses disinfeksi dilakukan. Tampak dalam foto, pemandangan udara sebuah kapal ambulans yang membawa awak yang mengenakan pakaian pelindung bahan berbahaya (hazmat suit) saat mereka mendekati pintu kemudi di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius, ketika kapal tersebut berhenti di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada Selasa 5 Mei 2026. (Foto oleh AFP)

Liputan6.com, Washington D.C - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan 12 negara untuk memantau penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah muncul wabah hantavirus mematikan di Atlantik Selatan.

WHO menyebut hingga 8 Mei 2026 terdapat lima kasus terkonfirmasi dengan tiga korban meninggal dunia yang terkait dengan kapal ekspedisi tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (9/5/2026).

Dua belas negara yang diminta meningkatkan pemantauan adalah Inggris, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, dan Amerika Serikat.

Menurut WHO, wabah tersebut melibatkan strain Andes dari hantavirus yang diduga tertular di kawasan Amerika Selatan. Virus jenis ini dikenal sebagai salah satu varian hantavirus yang dalam kasus tertentu dapat menular antarmanusia, meski penularannya tergolong jarang.

WHO menegaskan sebagian besar hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat atau paparan urine, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi.

Meski demikian, organisasi tersebut meminta otoritas kesehatan di negara-negara terkait untuk melacak penumpang yang turun dari kapal guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran lebih lanjut.

“Risiko penularan global secara lebih luas tetap rendah,” demikian pernyataan WHO.

Kapal MV Hondius merupakan kapal ekspedisi yang beroperasi di wilayah kutub dan Atlantik Selatan. Otoritas kesehatan internasional kini memusatkan perhatian pada riwayat perjalanan penumpang serta kemungkinan kontak erat selama pelayaran berlangsung.

WHO juga meminta negara-negara terkait meningkatkan pengawasan terhadap gejala yang berkaitan dengan infeksi hantavirus, termasuk demam tinggi, nyeri otot, gangguan pernapasan, dan komplikasi paru-paru yang dapat berkembang dengan cepat.

Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai asal pasti paparan virus maupun identitas korban yang meninggal dunia.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya