Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menyetujui penetapan penggunaan seluruh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025 sebesar Rp 190.848.000.000 (seratus sembilan puluh miliar delapan ratus empat puluh delapan juta rupiah) sebagai dividen tunai. Hal tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dikutip dari laman resmi Semen Indonesia, Sabtu (9/5/2026), penetapan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan.
Advertisement
Keputusan rapat lainnya yaitu:
- Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025.
- Menyetujui pemberian wewenang kepada pemegang Saham Seri B Terbanyak atau kuasanya untuk menetapkan bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi; gaji/honorarium berikut fasilitas dan tunjangan untuk Tahun Buku 2026 dan remunerasi atas kinerja Tahun Buku 2025 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Menyetujui penetapan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan.
- Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak atau kuasanya, untuk menyetujui RJPP Perseroan Tahun 2026-2030 dan RKAP Perseroan Tahun 2027 beserta perubahannya.
- Menyetujui Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana (RPD) Penawaran Umum Terbatas melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) untuk periode sampai dengan 31 Desember 2025.
- Rapat juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Proyeksi Bisnis
Industri semen nasional pada tahun 2026 diproyeksikan akan memasuki fase pemulihan yang lebih stabil, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2% hingga 5,5%.
Permintaan semen domestik diperkirakan akan tumbuh moderat antara 1 hingga 2%, ditopang oleh pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi berbagai proyek pemerintah yang akan menjadi katalisator positif untuk pemulihan serapan kapasitas dan kinerja industri.
Sejak menjalankan strategi transformasi pada paruh kedua tahun 2025, Perseroan mampu menjaga tren kinerja positif sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.
Pada kuartal I tahun 2026, SIG mencatatkan kenaikan volume penjualan 1,7% yoy menjadi 8,71 juta ton dan membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Melalui anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor SIG sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.